Cegah Kerusakan Hasil Fisik Proyek, Pemdes Sikakap Tahan Upah Kerja 5 persen

Cegah Kerusakan Hasil Fisik Proyek Pemdes Sikakap Tahan Upah Kerja 5 persen Jalan rabat beton Dusun Mabolak Desa Sikakap Kecamatan Sikakap, Mentawai yang didanai dari dana desa. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Pemerintah Desa Sikakap menahan 5 persen upah kelompok kerja proyek fisik dari anggaran Alokasi Dana Desa tahun ini untuk mencegah kerusakan hasil pekerjaan fisik sebelum diperiksa tim pengawas ADD Kecamatan Sikakap.

Dana upah yang ditahan tersebut akan dibayarkan setelah tim pengawas ADD Kecamatan Sikakap turun.

Dari 11 kegiatan fisik ADD Sikakap, enam kegiatan fisik telah dikerjakan di tahap 1 dan tahap II, sementara di dana tahap III ada lima kegiatan fisik yakni jalan rabat beton Dusun Mabolak se besar dana Rp83.540.000, peningkatan jalan rabat beton Dusun Sikakap Barat sebesar Rp141.218.000, peningkatan jalan rabat beton Dusun HVA sebesar Rp86.597.000, Jalan rabat beton Dusun Pinatektek sebesar dana Rp102.350.000 dan pembangunan talud Dusun Berkat Lama sebesar Rp78.665.000.

"Agar pekerjaan ADD sesuai dengan bestek, sebelum dilihat dan diperiksa Tim Pengawas ADD Kecamatan Sikakap turun ke lapangan Pemdes Sikakap tahan dulu 5 persen upah pekerjaan kelompok masyarakat yang mengerjakan kegiatan fisik, dana 5 persen itu akan dicairkan setelah tim pengawas ADD Kecamatan Sikakap turun melihat ke lapangan," kata San Andi Iklas, Kepala Desa Sikakap, Senin (2/12/2019). 

Tahun ini Desa Sikakap mendapat ADD Rp2,3 miliar. Dana tersebut sumbernya PAD Desa Sikakap Rp580.000, bagi hasil pajak dan retribusi daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Rp1,001 miliar, sumber dana APBN, bagi hasil pajak daerah Rp19.165.200, bagi hasil retribusi daerah Rp76.130.100, dan Alokasi Dana Desa (ADD) Rp1.239.177.700. 

Untuk kegiatan fisik tahun ini sebanyak 11 kegiatan besar dananya Rp1,190 miliar. Pencairan dana ADD tiga tahap, tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 40 persen. “Dana tahap kedua tidak akan cair kalau tidak ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana tahap pertama, begitu juga dengan pencairan dana tahap kedua dan ketiga,” katanya. 

Khusus kegiatan fisik dana tahap satu dan dua ada enam kegiatan yakni pembangunan gedung posyandu Dusun Seay Baru sebesar Rp91.113.000, peningkatan jalan rabat beton Dusun Sikakap Timur sebesar Rp34.323.000, jalan rabat beton Dusun Bakat Monga panjang sebesar Rp62.560.000, jalan rabat beton Dusun Mapinang sebesar Rp54.940.000, drainase Dusun Sibaibai sebesar Rp226.640.000, dan Drainase Dusun Berkat Baru sebesar Rp226.880.000.

Total dana fisik tahap satu dan dua Rp696.476.000, sementara dana fisik tahap tiga Rp494.350.000. “Target pekerjaan ADD sampai akhir Desember, sesuai dengan komitmen Pemerintah Desa Sikakap pekerjaan fisik tidak ada lagi dikerjakan Januari 2020,” katanya.

BACA JUGA