APBD Mentawai 2020 Disahkan, Target Pendapatan Turun

APBD Mentawai 2020 Disahkan Target Pendapatan Turun Suasana rapat paripurna pengesahan APBD Mentawai 2020 di kantor DPRD Mentawai. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Jumat, (29/11) menyepakati pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2020 menjadi perda pada rapat paripurna pengambilan keputusan di Kantor DPRD Mentawai, Kilometer 4, Sipora Utara. Target pendapatan daerah tahun depan turun dibanding tahun ini dari Rp1,026 triliun menjadi Rp974,05 miliar.

Meski sudah disahkan, APBD Mentawai 2020 tersebut masih melalui evaluasi Gubernur untuk pelaksanaan APBD 2020 dan singkronisasi program sebagai mana evaluasi tersebut bagian dari tahapan pelaksanaan APBD setiap tahunnya.

Pada APBD Mentawai, anggaran belanja daerah pada 2020 ditargetkan Rp1,004, triliun. Belanja daerah tersebut terdiri belanja tidak langsung senilai Rp445,9 miliar dan belanja langsung senilai Rp558,7 miliar.

Belanja tidak lansung merupakan belanja yang diarahkan pada belanja pegawai, belanja subdisi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada pemdes, belanja bantuan keuangan pemdes, dan belanja tidak terduga. Sementara belanja langsung akan digunakan pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal.

Dari belanja daerah 2020, dari target pendapatan dan belanja daerah dalam APBD 2019, terdapat selisih anggaran senilai Rp30,6 miliar, selisih anggaran tersebut dibiayai dari penerimaan pembiayaan daerah berupa sisa lebih perhitungan anggaran pada 2019 senilai Rp10,6 miliar serta dari penjualan kekayaan daerah  yang dipisahkan senilai Rp20 miliar.

Pada APBD Mentawai 2020 pendapatan daerah ditargetkan senilai Rp974,05 miliar. Pendapatan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah Rp49,6 miliar, dana perimbangan senilai Rp800,8 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah senilai Rp123,5 miliar.

Lain-lain pendapatan asli daerah senilai Rp123, 5 miliar tersebut di dalamnya terdapat dana desa senilai Rp57,7 miliar.

Jika dibandingkan belanja daerah pada Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 yan disahkan hari ini mengalami penurunan dari APBD murni 2 pada 2019 senilai Rp1,078 triliun, kemudian pada perubahan anggaran 2019 mengalami kenaikan sekitar senilai Rp6,6 miliar dari dimana angka semula Rp1,078 triliun menjadi Rp1.084,6 triliun.

Ketua DPRD Mentawai, Yosep Sarogdok menjelaskan prioritas penggunaan APBD Mentawai pada 2020 masih pada pembangunan infrastruktur bersifat multiyears, pendidikan, kesehatan. “Masih seperti tahun lalu, prioritas 2020 masih infrakstruktur proyek multiyears, kesehatan, dan pendidikan,” katanya usai rapat paripurna di Kantor DPRD Mentawai. 

BACA JUGA