Jaringan Terpasang, Warga Pagai Selatan Berharap Listrik Menyala Sebelum Natal

Jaringan Terpasang Warga Pagai Selatan Berharap Listrik Menyala Sebelum Natal Tiang listrik sudah terpasang di depan rumah dinas guru SMAN 1 Pagai Selatan yang berlokasi di KM 37 jalan Trans Mentawai Pagai Selatan. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

PAGAI SELATAN--Warga Malakopa Kecamatan Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap listrik PLN yang jaringannya baru dipasang menyala sebelum Natal tahun ini.

Demetran (30), warga Malakopa mengaku sangat berharap listrik dari PLN dapat menyala sebelum Natal karena sudah lama masyarakat mendambakan penerangan. Sejak pemukiman warga Malakkopa direlokasi usai gempa 2007, warga tidak mendapat akses listrik.

Padahal sebelumnya di pemukiman lama yang berada di pesisir pantai, fasilitas listrik ada. Kampung baru yang berjarak 500 meter dari kampung lama tak memiliki jaringan listik. “12 tahun lamanya kami hidup tanpa listrik, lalu tsunami 2010 menyebabkan gudang PLN di kampung lama hancur,” katanya Rabu (27/11/2019).

Kondisi sama juga dirasakan warga Bulasat Kecamatan Pagai Selatan. Firman Saogo, Kepala Desa Bulasat  mengatakan, sejak pemukiman warga direlokasi, tidak ada fasilitas listrik di tempat baru.

“Pada 2017 ada bantuan penerangan berupa PLTS dari pemerintah namun kapasitasnya terbatas, tidak bisa digunakan untuk usaha,” katanya.

Ia juga berharap fasilitas listrik bisa menyentuh semua dusun yang ada di Bulasat. Saat ini dari 15 dusun yang ada, masih ada delapan dusun lagi yang belum tersentuh penerangan.

Bobby, salah satu kontraktor pembangunan jaringan PLN  PT. Jaya Persada di Pagai Selatan mengatakan kelancaran pembangunan jaringan PLN  bergantung soal kelancaran hibah tanah dan penebangan tanaman masyarakat. “Mudah-mudahan pekerjaan jaringan PLN rampung sesuai target kontrak , sebaliknya jika ada kendala tentu proyek tidak selesai, syukurlah pemerintah setempat dan masyarakat koperatif tentang proyek PLN, mereka sangat mendukung,  di lokasi saya mulai dari Simpang Kartini -Eruparaboat dan dari simpang Sabbiret -Malakopa saat ini tinggal beberapa tiang lagi tarik kabel, mudah-mudahan pertengahan Desember rampung pekerjaan,”  ujarnya.

Jaringan PLN yang dibangun saat ini mulai dari Pinatete-Kinumbuk, jalur Simpang Kartini- Malakopa dan Simpang km 37-Asahan, ada lima kontraktor pelaksana pekerjaan kemudian dari Sarere-Polaga desa Matobe Kecamatan Sikakap teranganya.

Setelah jaringan PLN rampung sesuai uji layak, pemasangan jaringan ke rumah penduduk akan dilakukan Biro PLN, informasi listrik desa (lisdes ) tahun depan masih ada karena ini program pemerintah pusat.

BACA JUGA