Balita Tewas Setelah Terjatuh di Sumur

Balita Tewas Setelah Terjatuh di Sumur ilustrasi

LAJJAU MANAI-Sira Rahayu (2,5) warga Lajjau Manai Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggal setelah terjatuh di sumur yangberada belakang rumah pada Sabtu (23/11/2019).

Riduan Sabelau (35) orang tua korban mengatakan kronologis kejadian menimpa anaknya, sekira pukul 14.00  WIB pada Sabtu 23 November, saat itu Ibunya Canrawaty (31) sedang sibuk mencuci pakaian di samping sumur, anaknya sedang asik bermain di samping ibunya.

Selesai mencuci pakaian, ibunya menimba air sumur untuk mandi anaknya di ember tempat mandi, setelah menimba air, ibunya menjemur kain jarak dari sumur sekira 10 meter, sekira beberapa menit ibunya teringat anaknya yang sedang bermain dekat sumur. “Ibunya  timbul  rasa  cemasnya dan bergegas temui anaknya setelah memanggil namanya tapi tidak menyahut, lalu dilihatnya anaknya sudah jatuh di dalam sumur dengan telungkup, dia langsung turun ke dalam sumur dan angkat anaknya, saat itu kondisinya sudah meninggal,” terangnya kepada Mentawaikia.com, Rabu (27/11/2019). 

Sumur tersebut berukuran 1 meter x 1 meter persegi dengan ke dalaman 1,5 meter kedalaman air sekira 1 meter yang digali tiga bulan yang lalu. “Belum ada dinding atau pagar sumur karena masih di gali lagi,” terangnya .

Setelah ibunya mengeluarkan korban, langsung berteriak minta tolong, kemudian tetangga datang membantu dan warga setempat berusaha untuk menyelamatkan dengan berbagai cara namun anak tidak terselamatkan. “Kebetulan saya dan teman saya Armen  pulang dari laut cari ikan pukul 13.00 WIB hari itu, kami sedang berada di rumah tetangga sekira 40 meter dari rumah, mendengar teriakan minta tolong kami datangi rumah, ternyata anak saya tidak bernyawa lagi,” terangnya dengan sedih.

Esok harinya Minggu (24/11) sekira pukul 09.00 WIB  korban di makamkan. “Kejadian ini tidak kita sangka-sangka. Kejadian ini telah terjadi menimpa keluarga kami, saya sarankan kepada kita sebagai orang tua harus amankan anak dulu sebelum melakukan kesibukan atau pekerjaan, karena dengan sibuk kita lupa pada anak," ujarnya

Pasangan Riduan Sabelau dan Canrawaty memiliki tiga orang anak, dua orang sudah duduk di bangku SMA keduanya laki-laki dan yang bungsu perempuan yang meninggal.


BACA JUGA