Parurukat Muntogat Laggai Malakopa Terus Menggalang Dana Kepulangan Jenazah Nelda

Parurukat Muntogat Laggai Malakopa Terus Menggalang Dana Kepulangan Jenazah Nelda Peti jenazah almarhuma Nelda Wertin Saleleubaja. (Foto: ist)

PADANG-Sampai siang ini Parurukat Muntogat Laggai Malakopa masih terus menggalang dana untuk kepulangan jenazah Nelda Wertin Saleleubaja (22) meninggal pada 21 November 2019 di Jayapura, Papua.

Menurut Wakil Ketua Parurukat Muntogat Laggai Malakopa, Horison Saleleubaja, mereka sudah menggalang dana sejak kemarin dan terkumpul sebanyak Rp10 juta lebih itu bersumber dari anggota dan penyumbang. “Dana itu yang dipakai untuk uang muka ongkos pesawat, kita kasih Rp10 juta kemudian ada pinjaman Rp5 juta jadi total uang muka biaya pesawat Rp15 juta, nanti kekurangnya akan dibayar setelah sampai di Padang,” ujarnya kepada Mentawaikita.com, Jumat (22/11/2019).

Berita Terkait: 

Pemulangan Jenazah Nelda Kekurangan Biaya

Guru Asal Malakkopa Mentawai Meninggal di Papua

Hingga pagi ini Parurukat Muntogat Laggai Malakopa masih terus menggalang dana, bahkan sampai pagi in sudah ada Rp7 jutaan. “Kita masih terus menggalang dana sampai jenazah almarhuma di rumah, bagi yang memberikan bantuan sumbangan bisa di rekening Bank Nagari milik Ketua Ketua Parurukat Muntogat Laggai Malakopa , Osniel Pasuman, 2110.0213.00520-4, untuk nomor kontak +62 812-7543-1661,” tuturnya.

Nelda Wertin Saleleubaja (22) merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, ayahnya Surti Saleleubaja dan ibunya Remi Saleleubaja, mereka tinggal di Desa Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. “Kedua orang tua kami masih hidup,” kata Opartin Saleleubaja, abang kadung almarhuma.

Sambung Opartin, adeknya ini dulu kuliah di Batam, kemudian setelah tamat dia bekerja mengajar di TK di Papua. “Baru satu tahun kurang dia disana, namun Tuhan berkehendak yang lain. Rencananya jenazah akan dibawa pulang ke rumah di Desa Malakkopa,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Forum Mahasiswa Mentawai Sumatera Barat (Formma Sumbar) Hieronimus Eko Zebua terus melakukan koordinasi bersama pihak yang mengantar jenazah. “Tadi kita dapat kabar, hari ini Jenazah sudah diberangkatkan dari Jayapura menuju Jakarta, dan tiba sekitar pukul 16.45 WIB, kemudian dari Jakarta menuju Padang pukul 20.20 dan tiba di Padang pukul 22.05 Wib,” terangnya.

Untuk menjemput jenazah ke Bandar Internasional Minangkabau (BIM) sudah disiapkan satu unit ambulan, kemudian untuk sementara akan disemayamkan di GKPM Mandiri Pancasila Padang sambil menunggu penjemputan.


BACA JUGA