Uskup Padang Wafat, Umat Katolik Mentawai Berduka

Uskup Padang Wafat Umat Katolik Mentawai Berduka Pelayat sedang berdoa disamping peti jenazah Uskup Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap. (Foto: Dokumentasi Nicolaus Sorot Ogo/untuk Mentawaikita.com)

PADANG-Uskup Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap wafat  setelah hampir  dua minggu dirawat di Rumah Sakit St. Borromeus, Bandung. Ia meninggal pada Selasa, (19/11/2019) sekira pukul 21.38 WIB. Meninggalnya Uskup Padang Martinus Dogma Situmorang tertuang dalam Surat Edaran Sekretariat Keuskupan Padang oleh P. Fransiskus Aliandu Pr untuk seluruh wilayah Keuskupan Padang, serta umat Katolik.

Kepala Dinas Sosial Kepulauan Mentawai Nicolaus Sorot Ogo yang kebetulan ada kegiatan dinas di Bandung sempat melayat almarhum Uskup Padang usai mendengar kabar duka. "Merasa terkejut, sedih dan sangat kehilangan. Apalagi Bapa Uskup secara khusus menaruh perhatiannya pada umat di Kepulauan Mentawai. Sejak dirawat, kita sangat berharap dapat sehat kembali melayani sebagai Uskup. Namun kita yakini, Tuhan punya rencana lain yang baik untuk Bapa Uskup. Saya secara kebetulan ada di Bandung dan bisa melayat Bapa Uskup," katanya, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Rabu, (20/11/2019).

Selain itu, berbagai ungkapan duka cita juga mengalir untuk Uskup Padang dari para netizen terutama umat Katolik Mentawai di media sosial.  Uskup Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap dikenang sebagai seseorang yang mengajarkan tentang cinta kasih, kesabaran dan selalu bersyukur pada tuhan.

Rencananya, jenazah Uskup Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap, akan diterbangkan ke Padang hari ini dan diperkirakan sampai di Padang malam hari sekira pukul 20.00 WIB. Selanjutnya akan langsung dilakukan Misa Arwah dan doa tirakatan pukul 20.30 WIB. Berdasar surat edaran Keuskupan Padang, Misa Requiem dan pemakaman dilakukan Jumat, 22 November. 

Uskup Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM Cap, lahir pada 28 Maret 1946 di Palipi, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Joseph Iskandar Arminius Situmorang dan Maria Dina Sinaga. Ayahnya seorang katekis yang punya andil besar dalam kehidupan gereja di Pulau Samosir.

Kaul pertama sebagai calon biarawan Ordo Saudara Dina Kapusin (OFMCap) diucapkannya pada 13 Januari 1967. Pendidikan teologi dijalaninya di Seminari Tinggi Teologi Pematangsiantar. Pada 29 Juli 1972, Frater Martinus mengikrarkan Kaul Kekal sebagai biarawan Ordo Kapusin. Setengah tahun sebelum menyelesaikan studi, pada 5 Januari 1974, ia ditahbiskan bersama empat rekannya menjadi Imam Kapusin oleh Uskup Agung Medan waktu itu, Mgr Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap.

Pada Juli 1974, Ordo Kapusin menugaskan Pastor Martinus studi Teologi di Universitas Kepausan Gregoriana Roma, Italia dengan spesialisasi Spiritualitas (1974–1976). Usai studi pada November 1979, Pastor Martinus menjadi Rektor Seminari Tinggi Pematang Siantar (1979–1983).

Pastor Martinus Dogma Situmorang OFM Cap ditunjuk sebagai Uskup Padang pada 17 Maret 1983. Ia ditahbiskan menjadi Uskup Padang pada 11 Juni 1983. Ia memilih moto episcopalnya, Fides per Caritatem Operatur (Iman Bekerja lewat Kasih).

Almarhum Mgr. Situmorang OFM Cap pernah menjabat Ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) periode 2006–2009 dan 2009–2012. PErnah juga menjabat  Wakil Provinsi Gerejawi Medan Presidium KWI (2018–2021). Uskup Padang memiliki nama lahir Tondo Tunggul Tahan Dogma Yohanes Situmorang. 

BACA JUGA