Koramil 04 Sikakap Simulasi Gempa dan Tsunami 

Koramil 04 Sikakap Simulasi Gempa dan Tsunami  Siswa dan warga berlarian mencari tempat lebih tinggi setelah sirine berbunyi waktu simulasi gempa bumi di Desa Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Pukul 09.30 WIB tiba-tiba berbunyi sirine mobil damkar, diikuti sirine Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sikakap, dan Sirine Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai, sementara kepala sekolah MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai Alrinaldi berteriak dengan mengunakan mikrofon mengatakan gempa...gempa...gempa..seluruh siswa diminta keluar ruang belajar dan berkumpul di halaman sekolah.

Sementara anggota Koramil 04 Sikakap, Polsek Sikakap, Kamla Sikakap, Syahbandar Sikakap, Satgas BPBD Kecamatan Sikakap, dan Tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Sikakap sibuk mengarahkan masyarakat dan siswa yang lari ketakutan keluar rumah dan ruang kelas untuk lari ketempat lebih tinggi, lokasi yang dituju adalah pekarangan MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu zona merah rawan bencana alam terutama sekali gempa bumi dan tsunami, menghindari korban jiwa masyarakat harus tahu langkah apa yang dilakukan setelah gempa bumi terjadi, kita dari Koramil 04 Sikakap, bekerja sama Polsek Sikakap, Kamla Sikakap, Syahbandar Sikakap, Kecamatan Sikakap, Satgas BPBD Kecamatan Sikakap,Tim Kesehatan Puskesmas Sikakap, Damkar, Satpol PP Kecamatan Sikakap, MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai, MIN Sikakap, dan TK/PAUD Sikakap mengadakan kegiatan simulasi ke siap siagaan bencana pada hari ini Selasa (5/11)," kata Kapten Inf Putra Damanik, Danramil 04 Sikakap, Selasa (5/11/2019).

Putra Damanik  menjelaskan, Kecamatan Sikakap memiliki tiga desa yakni Desa Matobe, Desa Sikakap, dan Desa Taikako pada umumnya warga Kecamatan Sikakap tinggal di pinggir pantai, resiko tingginya  korban jiwa di Kecamatan Sikakap itu sangat besar.

"Agar korban jiwa tidak banyak terjadi seandainya terjadi gempa bumi dan tsunami maka kita berikan ilmu bagaimana  langkah yang diambil seandainya terjadi bencana gempa bumi dan tsunami, langkah pertama setelah terjadi gempa keluar rumah, jauhi diri dari bangunan seperti rumah, tiang listrik kalau gempanya besar langsung lari ketempat yang lebih tinggi," katanya.

Kepala Dusun Sikakap Timur, Ismen Saputra menambahkan  simulasi bencana alam ini perlu diberikan kepada masyarakat dan anak sekolah, dengan adanya simulasi masyarakat dan anak sekolah tahu langkah apa yang harus dilakukan seandainya terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami,

“Kalau terjadi bagi masyarakat yang lari keluar rumah jangan lupa bawa surat-surat berharga seperti sertifikat tanah, ijazah, dan baju, untuk itu siapkanlah tas bencana, kalau terjadi bencana gempa bumi dan tsunami tinggal bawa tas tersebut dan cari tempat yang lebih tinggi," katanya.

Sekretaris Kecamatan Sikakap Hoskilius menuturkan, 25 Oktober 2010 Pagai Utara Selatan (PUS) terjadi gempa bumi dan tsunami, akibat gempa bumi dan tsunami tersebut terjadi korban jiwa lebih 500 orang belum lagi harta seperti rumah dan lainnya.

Alrinaldi, Kepala MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan, kegiatan simulasi gempa dan tsunami sangat bagus sekali diadakan. "Kalau bisa kegiatan simulasi gempa dan tsunami ini jangan hanya sekali diadakan kalau bisa dilakukan terus setiap tahun, sebab kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana alam terutama sekali gempa bumi dan tsunami, di sekolah kami selalu memberikan arahan kepada siswa langkah-langkah apa yang dilakukan seandainya terjadi gempa bumi yang jelas langkah utama dilakukan bila terjadi gempa keluar kelas, tutup kepala dengan buku atau tas, berkumpul di halaman sekolah, kalau gempanya besar cari tempat yang lebih tinggi dan jauhi pantai," katanya.

Kevin (11), siswa MIN Sikaka yang ikut simulasi bercerita, waktu sirine berbunyi dia dan teman-teman lagi asik belajar di dalam kelas, lalu guru menyuruh keluar dan mengatakan terjadi gempa. Mereka langsung keluar kelas dan berlari ke lokasi MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Rupanya di MTsN 2 Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah banyak orang yang berkumpul di pekarangan, terus terang saya merasa takut, dan cemas, kirain benar-benar telah terjadi gempa rupanya hanya simulasi gempa," katanya sambil menarik napas sesak. 


BACA JUGA