Kemarau di Sikakap, Warga Andalkan Kolam Air Man Hulu 

Kemarau di Sikakap Warga Andalkan Kolam Air Man Hulu  Warga menyedot air bersih di sumur milik Man Hulu. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Sumur dan kolam milik Man Hulu di Dusun Mabola Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai menjadi sumber air warga saat ini, di saat sumur mulai mengering akibat tidak hujan selama enam bulan terakhir.

Sumur dan kolam Man Hulu cukup besar dan menampung banyak air, dalamnya sekitar 3 meter dengan lebar 3 meter dan panjang 3 meter. "Satu-satunya air bersih yang masih banyak stoknya di sumur Pak Man Hulu, air ini kami ambil dengan cara gratis tidak dipungut biaya sama sekali, bahkan untuk stok isi tangki Damkar sebanyak 4 ton juga diambil dari sumur dan kolam pak Man Hulu," kata Rahmat Hidayat, Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kecamatan Sikakap, Senin (4/11/2019).

Saat ini, satu-satunya sumber air tersisa di Sikakap hanya ada di lobang galian milik Man Hulu. Sementara sumber air di Mabola yang biasa digunakan untuk mengisi mobil Damkar sudah kering, jelas Rahmat.

"Kalau Pak Man Hulu tidak mengizinkan mengambil air di kolamnya tentu kami tim Damkar kesulitan mencari air, syukur saja Pak Man Hulu tidak pernah melarang siapa saja yang datang ke lokasinya untuk mengambil air bersih, kami mengambil air bersih di sini tidak dipungut biaya sama sekali, Pak Man Hulu bahkan memberikan kemudahan mobil Damkar dalam mengambil air kapanpun dibutuhkan," katanya.

Rido, warga Desa Sikakap, mengatakan untuk mengambil air bersih di kolam  Man Hulu harus antre, dulu mobil hanya 2 unit sekarang sudah 5 unit, ini disebabkan karena kemarau panjang dan stok air di Desa Sikakap sudah mulai banyak yang kering,

Rido mengambil air di kolam itu menggunakan mobil berisi tangki muatan 1 ton dan sejumlah drum plastik. “Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan minta diambilkan air, maka saya bantu, kalau masalah besar kecilnya uang yang diberikan, saya tidak pernah mematok uang, terserah masyarakat saja yang memberikan, dalam satu hari saya bisa memasukkan air ke rumah warga sekarang hanya 6 trip, hal ini disebabkan karena air di tempat sumur pak Man Hulu sudah mulai berkurang, biasanya bisa 8 trip bahkan sampai 12 trip," katanya.

Man Hulu, pemilik kolam tempat warga mengambil air bersih, mempersilakan warga mengambil air di kolam penampungan miliknya karena tahu masyarakat sangat butuh air. “Sudah enam bulan tak turun hujan deras, ada hujan namun hanya rintik-rintik saja,” katanya.

Di lahan miliknya itu, Man Hulu memiliki satu sumur dan satu kolam yang sengaja dibuat untuk stok air. “Kita tak pernah memungut biaya sama sekali, sebab ini merupakan anugerah bagi saya dimana di musim kemarau sumur dan kolam kita masih diberikan Tuhan air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

BACA JUGA