Musim Kemarau, Air Pamsimas di Cempungan Masih Mengalir

Musim Kemarau Air Pamsimas di Cempungan Masih Mengalir Seorang anak perempuan Di Dusun Cempungan, Matobe, Sikakap Kepulauan Mentawai sedang mencuci menggunakan air Pamsimas yang masih mengalir deras. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

MATOBE—Meski kemarau telah melanda Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai hampir enam bulan dan menyebabkan masyarakat mulai kesulitan air bersih, warga Dusun Cempungan Desa Matobe Kecamatan Sikakap masih mendapat air melimpah dari fasilitas Pamsimas yang ada.

"Sejak ada Pamsimas kami warga Dusun Cempungan Desa Matobe tidak pernah merasa kekurangan air bersih, walaupun sekarang musim kemarau yang masuk sekitar 6 bulan, Pamsimas dibuat awal tahun ini," kata Rudol Sababalat (40), warga Dusun Cempungan, Desa Matobe, Jumat (1/11/2019).

Menurut Rudol, sumber air bersih Pamsimas diambil dari Sungai Matuktuk yang berjarak 2 km dari perkampungan. Agar air terus mengalir dengan lancar ke pemukiman warga, sesuai dengan kesepakatan warga Dusun Cempungan membayar sebesar Rp10 ribu per bulan, dana tersebut dikumpulkan oleh pengelola Pamsimas yang dibentuk oleh warga. Kegunaan dana itu untuk membeli bahan-bahan kalau terjadi kerusakan pipa Pamsimas.

Nigor Sabelau (41), warga Dusun Cempungan, mengatakan program Pamsimas sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Sejak ada Pamsimas warga Dusun Cempungan tidak kesulitan air bersih lagi, tinggal buka kran yang telah dipasang di depan rumah air langsung hidup, sebelum ada Pamsimas, tiap kemarau warga harus mandi di sungai atau di tempat lain yang ada airnya, katanya.

Poltak Samaloisa (35), warga Dusun Cempungan, menambahkan program Pamsimas sangat membantu sekali sehingga kami tidak kesulitan air bersih walaupun sekarang lagi terjadi musim kemarau, katanya.

BACA JUGA