Abrasi Gerus Pantai Matobe Sikakap

Abrasi Gerus Pantai Matobe Sikakap Pohon tumbang akibat abrasi di pantai Cempungan, Matobe, Sikakap, Mentawai. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Pantai hingga muara sungai di Dusun Cempungan Desa Matobe Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai terus digerus abrasi sehingga menyebabkan permukaan tanah yang semakin terkikis. Sungai pun semakin lebar karena tebingnya yang tergerus air.

Abrasi itu menyebabkan pohon-pohon di sekitar pantai dan sungai banyak yang tumbang.

"Akibat terus dihantam gelombang air laut, tanah terus terkikis, begitu juga dengan pohon-pohon di tepi sungai Cempungan sudah banyak yang tumbang," kata Rudol Sababalat (40), warga Dusun Cempungan, Desa Matobe, Jumat (1/11/2019). 

Dia memperkirakan, sejak Januari hingga saat ini, setidaknya sudah 3 meter tanah yang terkikis di pinggir sungai, sebagai bukti banyak pohon yang hidup di tepi sungai yang tumbang, 

"Kalau ada talud penahan abrasi pantai tentu abrasi pantai di pantai Cempungan tidak akan terjadi, kalau tidak dibuat talud penahan abrasi pantai maka abrasi pantai di seputaran pantai dan sungai cempungan akan terus terjadi, bahkan bisa nanti mengancam rumah warga," katanya. 

Poltak Samaloisa (35), warga Dusun Cempungan, mengatakan pantai dan sungai Cempungan berhadapan langsung dengan lautan sehingga gelombang air laut terus masuk ke pantai dan sungai akibatnya tanah di sungai terus dikikis oleh gelombang air laut. 

Dahulu lebar sungai Cempungan sekitar 15 meter tapi sekarang akibat tanah di tepi sungai terus dikikis oleh air lebar sungai sudah ada sekitar 25 meter. "Lihatlah sekarang pohon-pohon di tepi sungai sudah banyak yang tumbang, pohon tersebut ada yang tumpang ke dalam sungai dan ada juga yang tumbang ke tepi sungai, untuk itu permintaan kami kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai supaya dapat mencarikan solusi supaya abrasi pantai tidak terus terjadi di sepanjang sungai Cempungan terutama sekali di dekat pantai," katanya.

BACA JUGA