Kemarau, Warga Madobag Konsumsi Air Sungai

Kemarau Warga Madobag Konsumsi Air Sungai Seorang warga Madobag mengambil air sungai untuk kebutuhan rumah tangga karena sumur yang sudah mengering. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Musim kemarau panjang membuat warga Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai menggunakan air sungai karena sumur-sumur yang sudah mongering.

Monika (33), salah seorang warga mengatakan, musim kemarau yang sudah berlangsung selama empat bulan di kampungnya membuat air Pamsimas tak mengalir lagi, sumur pun kering.

"Hampir semua sumur warga Madobag sudah kering sehingga warga terpaksa harus mengambil air minum di sungai dekat perkampungan yang jaraknya 1 km dari pusat perkampungan, kami mengambil air dengan jeriken, dan ember," kata Monika 29 Oktober lalu.

Meskipun hujan sempat turun namun volumenya sedikit dan tidak deras sehingga tak cukup mengisi bak atau sumur yang ada.

"Kondisi air yang kami ambil sekarang ini kualitasnya bersih sebab dari pegunungan dan banyak batu besar dan mata airnya sangat jernih setara dengan air galon bersihnya, namun di Madobag belum ada yang jual air gallon (isi ulang), hanya pada saat musim kemarau panjang ini saja kami kesulitan air sumur,"  ujar Monika.

Petrus, warga lain juga mengaku mengambil air di sungai untuk dikonsumsi karena sumurnya yang sudah kering.

Menanggapi itu, Kepala Puskesmas Muara Siberut Marinus mengimbau masyarakat berhati-hati saat mengkonsumsi air sungai dan mengingatkan agar tetap dimasak termasuk air gallon.

“Air yang layak dikonsumsi bila tak berwarna, tidak berasa dan berbau, tiga hal itu yang harus diperhatikan. Yang penting air harus dimasak terlebih dahulu,” katanya.

 

BACA JUGA