Formma Sumbar Tetap Konsisten Menolak HTI 

Formma Sumbar Tetap Konsisten Menolak HTI  Sekda Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan melantik pengurus baru Formma Sumbar. (Foto: Dok Formma Sumbar)

PADANG-Ketua Forum Mahasiswa Mentawai Sumatera Barat (Formma Sumbar) Hieronimus Eko Zebua akhirnya terpilih secara aklamasi dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII yang diadakan di hotel Grand Sari Padang, Sumatera Barat selama dua hari Sabtu dan Minggu (19-20/10/2019).

Ketua baru ini menggantikan masa kepengurusan Ignasius Joko Mulyono yang telah selesai masa jabatannya selama dua periode dan akan dilanjutkan kembali kepengurusan baru untuk periode 2019 sampai 2021.

Dalam Mubes itu, sebenarnya ada dua calon ketua, Hieronimus Eko Zebua atau dipanggil Eko atau Bang Nimus  dengan Jimmy Charter Saurei, namun Jimmy gugur lantaran ada satu persyaratan yang tidak terpenuhi. Hal itu menyebabkan Eko terpilih secara aklamasi.

Pelantikan Pengurus Formma Sumbar yang baru dilakukan pada Minggu 20 Oktober lalu oleh Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan di lokasi yang sama. Dalam kepengurusan yang yang baru itu ketua akan dibantu oleh Sekretaris Jimmy Charter Saurei, Wakil Ketua Bidang Pemerintah Yeefshanthinust dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Gabriel Sabolak.

“Kalau sekarang kita siapkan internal dulu, kita coba kaderisasi pengurus-pengurus supaya tahu poksinya apa, ketua fungsinya apa, sekretaris fungsinya apa, Sesuai visi dan misi membangun program-program realistis, seperti isu-isu seperti di Sikakap pelecehan seksual tinggi, itu isu yang kita coba komunikasikan dengan dinas terkait bagaimana meminimalisir itu, sekarang ini marak kebakaran ada beberapa titik di Sikakap, Sipora dan Siberut, solusinya apa,” kata Eko.

Terkait soal akan beroperasi perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di Siberut juga menjadi bahan sorotan Formma yang dulu pernah menolak namun belakangan ini  ada anggapan sudah mendukung, namun Eko tegas membantah itu.  “Kalau masalah HTI kita tetap independen, tetap pada garisnya, Formma itu tetap menolak HTI, itu secara garis besar dari dulu itu perjuangan kita tetap pada tuntutan kita sebelumnya, rencananya juga akan melakukan dialog beberapa lembaga-lembaga yang pernah berjuang bersama Formma Sumbar,” ujarnya.

Mengenai soal budaya dan identitas orang Mentawai menjadi isu yang kerap melanda mahasiswa Mentawai, menurut Eko, masalah budaya Indonesia kaya dengan budaya dan identitas. apalagi mentawai bukan hanya orang Mentawai saja ada Nias, Batak, ada suku Papua dan lain-lain tapi atas nama Mentawai di Formma ini kita adalah satu. “Terkait masalah budaya maka dari itu kepemimpinan saya ini bagaimana mahasiswa Mentawai ini tidak malu mengakui bahwa dia orang Mentawai,” ucapnya.

Soal konsep pengurusnya menurut Eko, akan lebih ramping namun yang lebih penting bisa bekerja menjalankan program “Ini konsep kepemimpinan kita coba gagas itu karena visi saya adalah untuk generasi pencetus, rata-rata kita ini penerus, kalau penerus apa-apa saja program terdahulu, tapi kalau di zaman saya ini kita mencoba melahirkan generasi pencetus, ini target milineal,” katanya.

Begitu juga masalah sosial di Mentawai tentang masih banyak orang Mentawai berobat ke Padang dan meninggal, menurut Eko, Formma siap untuk memberikan bantuan kepada saudara dari Mentawai. “Kalau itu adalah garis sosial sebagaimana mahasiswa kita juga tenggang itu apa guna kalau kita punya perkumpulan, punya organisasi ketika tidak punya implementasi sama orang lain. bagaimana pencetus-pencetus ini implementasinya kemasyarakat kalau di perguruan tinggi kan ada tridama perguruan tinggi pengabdian kepada masyarakat maka itu akan kita terapkan kepada masyarakat,” katanya. 


BACA JUGA