Dinas PUPR Mentawai Minta PLN Tak Dirikan Tiang Listrik Terlalu Dekat Badan Jalan

Dinas PUPR Mentawai Minta PLN Tak Dirikan Tiang Listrik Terlalu Dekat Badan Jalan Jalan trans Mentawai Matobe-Saumanganya

SIKAKAP- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mentawai mengimbau PLN  ataupun rekanan kontraktor untuk mendirikan tiang listrik tidak terlalu mepet di badan jalan karena jalan akan diperlebar. Saat pelebaran jalan, Dinas PUPR kerepotan harus memindahkan tiang listrik yang terlanjur ada, bahkan harus mengeluarkan biaya.

Ferinaldi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Mentawai mengatakan, Dinas PUPR Mentawai sulit melebarkan jalan karena tiang listrik yang terlalu dekat di jalan dan juga ada di bahu jalan. “Adanya tiang listrik di bahu jalan bukan saja mengganggu untuk pelebaran jalan tapi banyak prosedur untuk memindahkan tiang tersebut termasuk anggarannya, seperti tiang listrik di Pinatete Desa Sikakap dan juga tiang listrik di jalan trans Matobe, ada  di badan  jalan, seharusnya tiang listrik didirikan 2-3 meter dari parit bukan di badan jalan,  Jumat (25/10/2019).

Dia juga meminta pemerintah setempat mengawal pendirian tiang listrik agar tidak berada mepet di badan jalan atau bahu jalan sebab jalan trans Mentawai minimal lebarnya 12 meter dan ada juga 20 meter sampai 26 meter .

Arianto, warga Sikakap dan juga  pengawas jalan Polaga -Surat Aban menyebutkan, proyek pembangunan jalan mulai dari Polaga STA 0-1 Pinatete ada sekira 5 tiang listrik berada di badan jalan, sudah 4 bulan hingga saat ini belum juga dipindahkan. Dia sudah menyampaikan ke PLN dan Dinas PUPR. "Memang duluan tiang listrik dipancang daripada jalan diperlebar tapi perlu juga ditanggapi agar tidak terkendala pada saat  betonisasi nantinya,” katanya.

Selain di Pinatete, jalan Maguiruk juga sedang diperlebar, di sana ada  empat tiang listrik perlu dipindahkan. "Memang tiang listrik tersebut sekira 3 tahun yang lalu didirikan sementara pihak PUPR membangun jalan tahun ini,”  kata Metridoni, PPTK Dinas PUPR Mentawai .

Sementara Kepala Desa Bulasat Firman Saogo mengatakan, September lalu saat kontraktor PLN membangun jaringan listrik di Bulasat Kecamatan Pagai Selatan, dia meminta kontraktor untuk mendirikan tiang listrik lewat dari badan jalan 12 meter walaupun jalan saat ini masih 6 meter, tapi lebar jalan trans Mentawai minimal  12 meter sudah dicadangkan,  jadi pihak kontraktor PLN mendirikan tiang listrik di Bulasat mulai dari Km 34 hingga Km 46 Kinumbuk berada di luar badan jalan yang sudah direncanakan Dinas PUPR.  "Lebih baik tata ruang ditertibkan daripada ke depannya ada masalah,”  katanya .

Selain tiang listrik, permukiman warga juga harus ditertibkan karena merujuk dengan kesepakatan pada 2012 yang lalu pada saat membangun huntap bahwa jalan lebarnya 12 meter dan juga lahan per huntapnya berukuran 20 meter x 30 meter persegi. "Bagi warga yang tidak mengindahkan terlanjur mendirikan rumah di dekat jalan,  saya sudah sampaikan itu akan dibongkar tanpa ada ganti rugi karena sudah ada kesepakatan bersama masyarakat sebelumnya, " ujarnya.

BACA JUGA