Begini Kronologis Penemuan Jenazah Guru SMP Asal Sikakap 

Begini Kronologis Penemuan Jenazah Guru SMP Asal Sikakap  Wakapolres Kepulauan Mentawai Kompol Maman Rosadi bersama tim reskrim sedang memeriksa kamar ditemukkan jenazah Marinda. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Seorang guru SMP Negeri asal Sikakap, Marinda Warni Derita Sabelau (37) ditemukan meninggal di sebuah penginapan Kilometer 0, Tuapeijat, Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Marinda ditemukan meninggal di sebuah kamar mandi dengan posisi telentang tepatnya di kamar VIP. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya luka atau tindak kekerasan, namun keterangan keluarganya korban punya riwayat tensi tinggi.

"Hanya luka sepanjang 0,5 cm meter pada bagian leher belakang korban, kita duga sementara itu bisa saja korban tensi dan jatuh dan kepalanya terbentur benda keras," kata Iptu Irmon Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai pada Sabtu, (26/10/2019).

Berita Terkait:

Rumah Marinda Yang Ditemukan Meninggal Didatangi Pelayat 

Guru Ditemukan Meninggal Dalam Wisma di Tuapeijat

Sebelum diberangkatkan ke Sikakap sekitar pukul 13.00 WIB, terhadap korban dilakukan tindakan visum di RSUD Mentawai hasil pemeriksaan luar pihak rumah sakit menyatakan korban mengalami luka 0,5 cm pada bagian belakang kepala.

Terkait peristiwa tersebut pihak keluarga tidak ingin melakukan proses tindakan otopsi untuk kepentingan penyelidikan dan mengiklaskan kepergian korban. "Pihak keluarga tidak ingin terhadap korban dilakukan tindakan otopsi untuk diproses secara hukum dan sudah tanda tangan surat pernyataan, dan pihak keluarga sudah iklas atas meninggalnya korban," kata Iptu Irmon.

Dari keterangan kepolisian peristiwa tersebut diketahui saat petugas di wisma menelpon pihak pihak kepolisian melaporkan bahwa ada tamu meninggal di kamar wisma.

Kemudian pihak Polres Kepulauan Mentawai dipimpin Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranega, Kasatreskrim Iptu Irmon dan anggota kepolisian lainnya langsung menuju lokasi melakukan pemeriksaan TKP di wisma. Di lokasi kejadian korban ditemukan sudah tak bernyawa dan diperkirakan korban meninggal sudah sejak 2 hari lamanya. 

Dari keterangan kepolisian yang diperoleh dari pihak petugas wisma bahwa korban menginap sejak Senin, (23/10), beberapa hari kemudian pihak hotel bertanya kepada korban sampai kapan menginap karena banyak tamu yang akan menggunakan kamar.

Dari keterangan pihak wisma rencana korban akan check out hari Sabtu pagi tadi, (26/10) rencana akan kembali ke Sikakap, namun setelah diketok pintu kamar berkali-kali tak ada sahutan dari korban dan pintu kamar terkunci dari dalam.

Kemudian petugas wisma melihat dari ventilasi tampak tergeletak di kamar mandi, kemudian berusaha untuk membuka pintu namun tak bisa dan terpaksa memecahkan kaca kamar dan akhirnya pihak wisma mencari kunci serap kamarnya baru kemudian terbuka. 



BACA JUGA