Pemda Mentawai Mediasi Konflik Warga Pulitcoman

Pemda Mentawai Mediasi Konflik Warga Pulitcoman Letkol CZI Didit Yusnadi bersama Sekda Mentawai dan Kepolisiam usai melihat warga Pulitcoman di TPI Tuapeijat. (Foto: Toro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Derah  (Forkopimda) serta pihak terkait berupaya berupaya memediasi konflik yang terjadi antar warga Pulitcoman Kecamatan Siberut Barat yang berujung pengusiran. 

Konflik yang berawal salah seorang warga Pulitcoman (tidak disebutkan namanya) diduga melakukan guna-guna, sehingga masyarakat setempat mengusir orang yang dituduh serta keluarganya dari Dusun Pulitcoman.

Menurut informasi ada sekitar 39 jiwa atau 11 KK  asal Dusun Pulitcoman tersebut dan mereka mengungsi sementara ke Tuapeijat, Sipora Utara. "Sekarang pemerintah beserta pihak terkait sedang berupaya melakukan mediasi," kata Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan saat dijumpai di lokasi pengungsian sementara warga Pulitcoman di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Km. 2, Tuapeijat, Sipora Utara.

Martinus berharap mediasi yang akan dilakukan bisa membuahkan hasil sehingga warga Pulitcoman bisa dikembalikan ke kampung halaman mereka di Dusun Pulitcoman Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai.  "Kita berharap mediasi ini bisa selesai, sehingga warga dari Pulitcoman ini bisa kembali ke kampung halamannya," ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0319 Mentawai Letkol. Czi Didid  Yusnadi  menyampaikan pihaknya bersama dengan Kepolisian akan memberikan perlindungan  keamanan bagai korban pengusiran selama di tempat penampungan, di TPI.

"Mereka itu warga kita juga, warga Mentawai, jadi layak kita lakukan pengamanan demi keamanan mereka. Kami harap masyarakat bersedia menerima saudara-saudara kita  ini, karena mereka di sini hanya sementara," katanya.

Data yang didapat  di lokasi penampungan warga Pulitcoman yang baru tiba di Tuapeijat berjumlah 32 dari 39 orang, 10 orang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), 4 orang Paud dan  selebihnya  dewasa, sedangkan 7 orang lainnya masih mengikuti proses belajar di tingkat SMP dan SMA  di Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai.

Untuk 14 orang yang masih di bawah umur atau masih duduk di bangku sekolah (SMP dan PAUD) rencananya pihak Dinas pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, akan memberikan upaya agar anak-anak tersebut  bisa mengikuti proses belajar sementara di wilayah Kecamatan Sipora Utara, sembari menunggu hasil mediasi selesai. 


BACA JUGA