Ini Makna Tema HUT Kabupaten Kepulauan Mentawai Ke- 20 Tahun 2019

Ini Makna Tema HUT Kabupaten Kepulauan Mentawai Ke 20 Tahun 2019 Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet. (Foto: Toro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sababggalet menyampaikan makna dari tema Hari jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ke-20 tahun 2019, Jumat, (4/10/2019).

“Ini yang kita maksud filosofi dengan tema “Harmoni Budaya, Mentawai Unggul, perpaduan itu, dasar kita, pondasi kita, budaya itu maksudnya ada cipta, karsa dan ada rasa, dari mana orang Mentawai mengkreasikan dengan kontek budaya, itu yang harus difasilitasi, harus dikembangkan, jadi itu inti pokok dari tema hari jadi Mentawai Tahun ini,” ungkap Yudas.

Yudas juga mengatakan dengan usia Mentawai yang ke-20 tahun, ini saatnya Mentawai untuk melangkah jauh, baik dari pihak kepolisian, TNI, Basarnas, Kejaksaan, semua bergerak untuk menuju Mentawai maju dan unggul.

“Mentawai itu akan berkembang dan akan ada interaksi disini, akan ada berbagai latar belakang di Mentawai ini, tetapi persoalannya kita harus harmoni dengan budaya, namun juga budaya kita tidak hilang, bukan berarti budaya kita itu tidak bangkit, tidak muncul. Apa dampaknya soal pembangunan, dampaknya kita berangkat dari kebudayaan, republik ini juga berangkat dari kebudayaan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa Pancasila ini dikaji oleh Bung Karno dari kebudayaan, bukan dari bangsa lain, dikatakannya inspirasi ini muncul dari Bungkarno dimana kebudayaan digali sebagai dasar atau pondasi untuk membangun daerah. “Meski demikian kita tetap hamroni dengan budaya lain, ini konsep filosofinya,” ungkapnya.

Kemudian Mentawai bisa unggul menurutnya ada tiga hal sebagai pedomannya, yang pertama adalah infrastruktur, sumber daya manusia, dan pemekaran Mentawai. Ia berpendapat rencana pemekaran bertujuan untuk memperbaiki sistem pemerintahan.

“Bagaimana kita bisa mekarkan? Ini ide, kapan terjdi itu soal nanti. Memperbaiki sistem pemerintahan, Mentawai itu minimal tiga Kabupaten, Sipora satu kabupaten, Siberut Satu kabupaten, dan Pagai Utara-Selatan satu kabupaten, ini idealnya, bila perlu Tuapeijat menjadi Kotamadya,” kata Yudas.

Ia mencontohkan Madura dimana juga yang sama besarnya dengan Mentawai atau Pulau Siberut dan memiliki tiga kabupaten, ia menyampaikan rencana ini akan menjadi pedoman kedepan untuk memacu perkembangan Mentawai. “Saya katakan bukan berarti harus cepat, tidak tapi idealnya harus tiga Kabupaten, dan kita gagas mulai sekarang. Tiga hal ini membuat kita, Mentawai bisa unggul,” katanya.

Ia menyebutkan sejak Mentawai berada di Kabupaten Padang Pariaman sekira 72 tahun silam, Mentawai tidak ada perubahan dan tidak maju, setelah Mentawai terpisah dari Padang Pariaman Mentawai sekarang sudah merasakan adanya perubahan.

Sementara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Mentawai, Bruno Guimek mengatakan Mentawai bukan tidak mungkin dimekarkan menjadi satu Provinsi atau menjadi tiga Kabupaten. 

“Seperti yang disampaikan oleh Bupati persoalan Mentawai, bukan hanya satu tahun ini, tapi kedepan, sepuluh tahun atau seratus tahun, bukan tidak mustahil Mentawai akan bertambah kabupaten, disini jadi kotamadya, tapi itu tidak datang dengan tiba-tiba, apa yang disampaikan Bupati itu merupakan langkah awal untuk mendorong, mengajak masyarakat-masyarakat kita, tokoh-tokoh kita, pemikir-pemikir kita, bahwa satu kabupaten itu tidak cukup, maka kita akan pikirkan, bergerak, kita siapkan sumber daya manusia yang mumpuni,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan dengan kegiatan ini menurutnya tidak cukup, maka harus ada rencana kedepan baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun pembangunan lainnya sebagai pendukung kemajuan Mentawai kedepan.

“Kita baik dari anggota DPRD maupun Bupati dan Wakil Bupatinya adalah orang Mentawai, ini artinya sinkronisasi soal budaya perkembangan pembangunan kedepan itu tidak sulit, ketika ada hamonisasi soal budaya kebiasaan orang mentawai itu tidak sulit, ketika kita ada persoalan-persoalan itu tidak sulit,” tutupnya. 

BACA JUGA