Jalan Trans Mentawai di Matobe Dipalang,  Camat Sikakap Turun ke Lokasi 

Jalan Trans Mentawai di Matobe Dipalang  Camat Sikakap Turun ke Lokasi  Camat Sikakap Fransiskus Sakeletuk melihat langsung tanah yang di plang dengan bambu

MATOBE-Merasa kecewa dengan PT Bone Mitra Abadi, Aloisius Sakeru warga Dusun Polaga, Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai Jalan Mentawai Matobe Saumanganya dipalang ketika melewati tanahnya.

 Untuk menyelesaikan masalah tersebut Selasa (1/10) Camat Sikakap Fransiskus Sakaletuk, di dampingi Kasi Pembangunan Kecamatan Sikakap Fran Karel turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi gagal karena tidak ketemu sama Aloisius Sakeru.

"Masalah tanah yang di plang oleh Bapak Aloisius Sakeru sudah menjadi sorotan oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Pak Kortanius Sabeleake, dan beliau minta kita dari pihak Kecamatan Sikakap agar secepatnya menyelesaikan masalah ini, tujuan kita turun ke lapangan hari ini adalah melihat langsung lokasi yang dipalang tersebut dan mencari solusi bagaimana cara jalan keluarnya, tapi tidak ketemu dengan Pak Aloisius Sakeru,"kata Fransiskus Sakeletuk, Selasa, (1/10/2019).

Fransiskus Sakeletuk menyebutkan, tanah yang dipalang tersebut milik Aloisius Sakeru yang panjangnya ada sekitar 20 meter, selain itu ada juga masalah dengan Melki warga Dusun Polaga, tapi setelah diberikan pemahaman dan akhirnya Melki mengizinkan dan memperbolehkan kembali pembuatan badan jalan yang kena tanahnya.

"Setelah kita lihat dan terjun langsung ke lapangan nanti kita panggil kepala dusun, kepala desa, dan Pak Aloisius Sakeru untuk membicarakan masalah ini agar jalan trans Mentawai Matobe Saumanganya yang di palang di buka, setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah gunanya untuk rakyat, dengan adanya jalan tentu listrik akan masuk dan ekonomi masyarakat akan lebih baik, pisang dan hasil pertanian lainnya akan mudah dijual, warga tidak perlu lagi membawa hasil pertanian ke Desa Sikakap cukup letakkan di kanan kiri jalan maka pembeli akan langsung datang ke tempat,"katanya.

Kepala Desa Matobe Silvanus mengatakan, warga Desa Matobe sangat mendukung sekali pembangunan jalan Trans Mentawai Matobe Saumanganya, sebagai bukti warga rela menghibahkan tanahnya untuk di jadikan jalan. 

Sekarang ada sedikit masalah pihak perusahaan dengan Aloisius Sakeru dimana Aloisius Sakeru kecewa dan langsung melakukan plang di tanahnya yang akan di jadikan jalan trans Mentawai Matobe Saumanganya. Ini terjadi karena waktu survei dulu jalan trans Mentawai Matobe Saumanganya tidak lewat di lokasi yang di plang, tapi waktu pembersihan dan buat badan lewat tanah pak Aloisius Sakeru. “Masalah ini akan secepatnya kita selesaikan supaya pembangunan jalan trans Mentawai Matobe Saumanganya tidak terhalang pekerjaannya,"katanya.

Rido Pernando, bagian Supervei PT Bone Mitra Abadi mengatakan, setiap pekerjaan PT Bone Mitra Abadi selalu melibatkan warga setempat, karena ada sedikit masalah di tanah Aloisius Sakeru pekerjaan buka badan jalan di mulai dari ujung dekat sungai Desa Saumanganya.

Panjang jalan trans Mentawai Matobe Saumangnya dibuat sekarang 12.349 kilometer dengan lebar jalan 20 Meter, kalau tidak ada halangan penerobosan dan buka badan jalan selesai sekitar satu setengah bulan lagi, dari 6 kilometer jalan yang diterobos, saat ini sudah selesai 4,5 kilometer tinggal 1,5 kilometer. Setelah selesai badan jalan semuanya pada tahun 2020 dilanjutkan dengan penimbunan.

"Kami dari pihak perusahaan berharap agar masalah plang ini secepatnya selesai, agar pembangunan jalan trans Mentawai Matobe Saumanganya dapat selesai secepatnya dan masyarakat dapat menikmati jalan ini, buktinya sekarang ini baru badan jalan sudah masuk mobil L 300 untuk membeli hasil perkebunan masyarakat seperti pisang dan lainnya,” katanya.

Melki, warga Dusun Polaga mengatakan, dia mendukung sekali adanya pembangunan, kekecewaannya pelebaran jalan di beratkan ke sebelah kiri jalan tapi prakteknya diberatkan sebelah kanan. “Tapi sekarang tidak ada masalah lagi,” katanya.

Tahun 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Mentawai anggarkan Dana Rp20,6 miliar  untuk pembangunan dan peningkatan jalan Matobe Saumanganya, dengan lama pekerjaan 780 hari di kerjakan oleh PT Bone Mitra Abadi. 

BACA JUGA