50 Aparatur Desa di PUS Ikuti Sosialisasi BPBD Tentang Kebakaran Hutan

50 Aparatur Desa di PUS Ikuti Sosialisasi  BPBD Tentang Kebakaran Hutan Sarman, Sekretaris BPBD Mentawai sedang memberikan arahan kepada peserta sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di aula GKPM. (Foto: supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sebanyak 50 aparatur desa di Pagai Utara Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti sosialisasi yang diberikan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam pencegahan kebakaran hutan, sosialisasi diadakan di aula Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Desa Sikakap, Jumat 20 September.

"Lahirnya kegiatan sosialisasi pencegahan hutan di Mentawai disebabkan banyak terjadi kebakaran hutan di Indonesia, sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai terdapat banyak hutannya, dan sudah mulai terjadi kebakaran lahan yang disebabkan oleh ulah manusia, kegiatan ini merupakan kegiatan pusat agar masyarakat sadar betapa pentingnya hutan bagi kehidupan,"kata Sarman, Sekretaris BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sarman menyebutkan, di Kabupaten Kepulauan Mentawai memang tidak ada lahan gambut, walaupun tidak ada lahan gambut tapi Kabupaten Kepulauan Mentawai banyak terdapat hutan dan lahan, dengan adanya hutan dan lahan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar yang di lakukan oleh masyarakat

"Kalau kebakaran lahan dan hutan dalam skala kecil sekarang ini sudah banyak terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar inilah tujuan kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh BPBD Mentawai, sesuai dengan moto BPBD Mentawai Lindungi Hutan Maka Hutan Akan Melindungi Kita,"katanya.

Hoskilius, Sekretaris Camat Sikakap mengatakan, kegiatan ini sangat baik sekali sehingga para peserta dapat mengetahui bagaimana betapa pentingnya hutan bagi kehidupan masyarakat. Hutan merupakan sumber kehidupan sekarang ini musim kemarau masih ada juga masyarakat yang membuka ladang dengan membakar. “Ini sangat merugikan sekali bagi masyarakat, karena sekarang musim kemarau sedikit saja ada lahan yang terbakar maka apinya akan cepat melebar ke sana-sini,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mentawai, Yusuf Hadisumarto mengatakan, kalau membakar hanya disekitar lingkungan saja tidak jadi masalah. “Tapi jadi masalah lahan yang kita bakar itu meluas sampai ke lahan orang lain itu merupakan masalah bagi kita dan orang lain,” ujarnya.

Sesuai dengan UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan pasal 78 ayat 3 tentang sangsi bagi pelaku kebakaran hutan akan dikenai kurungan 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar, dan Pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan kurungan 5 tahun penjara dan denda Rp1,5 milyar.

“Selain itu UU No 18 tahun  2004 tentang Perkebunan, Pasal 8 Ayat 1 menyebutkan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar akan dikenai sangsi kurungan 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar,” tuturnya. 

Pribel Sirait narasumber, mengatakan, terjadinya kebakaran hutan akan menyebabkan terjadinya kerusakan hutan, kalau hutan sudah rusak akibat kecilnya tentu sumber air sudah mulai hilang. “Dengan terbakarnya hutan tentu asap akan banyak dengan banyaknya asap maka persediaan oksigen akan berkurang, dengan berkurangnya oksigen tentu berbagai penyakit lebih muncul seperti ispa, mata akan sakit dan lainnya,” katanya.

Sosialisasi yang diadakan oleh BPBD Mentawai dihadiri Sekretaris BPBD Mentawai Sarman, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Mentawai Yusuf Hadisumarto, Sekretaris Camat Sikakap Hoskilius, Danramil Sikakap Kapten Inf Putra Damanik, Wakil Kapolsek Sikakap Iptu Tasman, Kamla Sikakap Peltu Dwi Wahyono, narasumber Pribel Sirait UPTD Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

BACA JUGA