Cantiknya Rosmaida Yudas Saat Peragakan Pakaian Adat Mentawai

Cantiknya Rosmaida Yudas Saat Peragakan Pakaian Adat Mentawai Ketua Dekranasda Kepulauan Mentawai Rosmaida Yudas saat peragakan pakaian adat Mentawai kriyanusa 2019 di Jakarta. (Foto: Dekranasda Mentawai)

TUAPEIJAT-Rosmaida Yudas, istri Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional tingkat Daerah (Dekranasda) Kepulauan Mentawai tampil cantik saat memperagakan pakaian adat tradisional Mentawai di Balai Kartini Jakarta, 11 September lalu. Rosmaida yang memperagakan pakaian adat perpaduan Simatalu dengan Sarereiket itu tak tampil sendiri, namun bersama ibu-ibu Dekranasda kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.

Menurut dia, promosi pakaian adat atau peragakan busana Mentawai Kriyanusa 2019 ke tingkat nasional merupakan suatu bentuk peran aktif dalam menggerakkan kerajinan serta kreatifitas masyarakat Mentawai “Hampir semua kabupaten/kota hadir dan itu langsung dipakai oleh ibu bupati/wali kota dalam bentuk pakaian adat tradisional dan langsung dipamerkan di depan peserta lainnya serta Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Jusuf Kalla,” katanya saat ditanya, Rabu (18/9/2019).

Tujuan dari kegiatan ini, kata Rosmaida, supaya pakaian adat tradisional khususnya Kepulauan Mentawai bisa dikenal di seluruh Indonesia bahkan internasional, karena menurutnya selama ini pakaian adat tradisional Mentawai belum dikenal secara luas, dengan kegiatan ini pakaian adat tradisional Mentawai akan diakui dan dikenal banyak orang.

“Tujuan dari kegiatan ini seperti kita dari Mentawai, pakaian adat kita ini belum menyeluruhlah dikenal, saya selaku ketua Dekranasda Mentawai mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini di Balai Kartini, ini merupakan salah satu ajang kita untuk mempromosikan pakaian adat Mentawai,” ungkapnya.

Saat promosi pakaian adat Mentawai, Rosmaida memakai pakaian adat perempuan perpaduan antara pakaian adat Simatalu (Siberut Barat), dan pakaian adat Sasarereiket (Siberut Selatan), dengan keterpaduan itu terlihat lebih menarik dan lengkap.

“Saya tampil saat itu nomor urut 12, kita dapat tepuk tangan yang meriah, banyak, ibu Presiden juga sangat senang melihat itu, karena kalau kita melihat dari pakaian adat dan asesorisnya dari kabupaten dan kota lainnya sebenarnya hampir sama, namun saat kita tampil ada sedikit perbedaan dan heran karena ditampilkan secara sempurna,” ungkapnya.

Sebelumnya kegiatan ini pernah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Mentawai namun belum begitu maksimal. Ia juga mengatakan kegiatan promosi pakaian adat Mentawai di Jakarta bukan dalam bentuk lomba namun sekedar memperkenalkan pakaian adat setiap daerah atau kabupaten/kota.

“Sebenarnya yang membuat pakaian adat kita lebih menarik kalau di Mentawai ini kan pemasangan mahkota atau ogoknya masih manual, daerah lain saat ini sudah moderen pemasangannya jadi mereka tinggal pasang saja, jadi ini yang membuat perbedaan tersendiri, meski manual tapi lebih bagus,” katana Rosmaida.

Selain itu dilakukan juga pameran promosi produk kerajinan di stand-stand atau olahan khas daerah kabupaten/kota, dan ini akan menjadi agenda tahunan baik tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Sebenarnya untuk promosi pakaian adat Mentawai ini yang diminta oleh Ketua Dekranasda baru pertama sekali, makanya banyak yang heran, mereka bertanya ini daerah mana, kita jawab dari Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat, jadi kita ada keunikan dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, ada ke khasan tersendiri serta daya tarik tersendiri,” kata Rosmaida.

Ia berharap kelompok ibu-ibu yang sudah ada di beberapa daerah Mentawai bisa mengkreasikan kerajinan atau pakaian adat Mentawai ini sehingga bisa dipertahankan, menurutnya pakaian adat perempuan Mentawai tidak hanya bisa digunakan saat ritual adat saja namun kelompok ibu-ibu bisa membuat inovasi agar pakaian adat Mentawai bisa digunakan semua orang dan tidak lari dari aslinya. 

BACA JUGA