PLN Mulai Bangun Jaringan Listrik di Pagai Selatan

PLN Mulai Bangun Jaringan Listrik di Pagai Selatan Pemukiman warga Desa Bulasat, Mentawai. (Foto: Dokumentasi Mentawaikita.com)

PAGAISELATAN- Untuk mewujudkan program Mentawai Terang, PT. PLN (Persero) mulai membangun jaringan listrik mulai dari Km 2 Pinatete hingga Dusun Kinumbuk Km 46. Saat ini pekerjaan dalam tahap penggalian lubang tiang pancang dan pemasangan tiang listrik .

Feri, pelaksana kerja lapangan PT. Animsi selaku salah satu rekanan PLN mengatakan, untuk pekerjaan pemasangan tiang dan jaringan PLN di Pagai Selatan mulai dari Km 2 Pinatete hingga Kinumbuk Km 46, ada lima kontraktor yang pengambil tendernya.

“Untuk saya paling ujung sepanjang 12 kilometer (km)  mulai dari Km 34 hingga Kinumbuk Km 46 di Desa Bulasat sementara empat kontraktor atau nama perusahaan lainnya saya tidak kenal, sebagian sedang mulai kerja juga,”  katanya kepada Mentawaikita.com, Jumat 13/9/2019) di Sikakap.

Jumlah tiang yang akan dipasang sepanjang 12 km itu menurut Fery ada 240 batang. Setelah tiang terpasang pekerjaan berlanjut pemasangan jaringan dan kabel. Sementara untuk menyambung arus listrik ke rumah-rumah warga dilakukan pihak biro PLN.

Feri menyebutkan program ini perwujudan Mentawai Terang dimana ditargetkan 2021 seluruh Mentawai dapat diterangi listrik. Perusahaan Feri menargetkan jika tak ada halangan, Desember sebelum Natal semua jaringan listrik sudah tersambung dari PLTD PLN di Berkat Baru.

Fauzan, salah satu warga yang berdomisili di Dusun  Bulasat Desa Bulasat  Kecamatan Pagai Selatan mengatakan sudah enam tahun tinggal di Bulasat karena istrinya bertugas di Puskesmas Bulasat.

Selama ini rumahnya diterangi listrik dari mesin diesel (genset) pribadi dengan bahan bakar cukup mahal. Dalam sebulan Fauzan mengeluarkan ratusan ribu. Itupun listrik yang didapat hanya untuk 2-3 jam saja.

“Ada warga lain yang menggunakan mesin diesel untuk penerangan rumah biayanya sebulan mencapai Rp1,5 juta, mudah-mudahan jaringan PLN yang  sedang dibangun ini selesai tahun ini ,” katanya berharap.

Sementara Kepala Desa Bulasat  Firman Saogo  menyatakan semua kepala dusun dan masyarakat di wilayahnya sepakat mendukung dan menyukseskan proyek PLN ini demi terangnya kampung mereka.

“Kita semua masyarakat sangat bersepakat  mendukung pihak proyek agar selesai tahun ini pengerjaannya dan tidak ada ganti rugi penumbangan pohon kayu atau tanaman sepanjang jaringan listrik, juga tidak ada gangguan lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA