Rumah Warga di Matobe Ludes Terbakar

Rumah Warga di Matobe Ludes Terbakar Sisa puing rumah urbanus yang terbakar kemarin sore. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

MATOBE-Pasca kebakaran rumah Urbanus Sritoitet (65) dan anaknya Marbunus Sritoitet (25) tinggal di rumah tetangganya Angge Saleleubaja (26) di Dusun Kaleuk, Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Waktu terjadi kebakaran rumah bajak (paman) Urbanus sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (13/9) rumah dalam keadaan kosong, rumah saya jarak dengan rumah bajak Urbanus hanya sekitar 50 meter, sekarang ini untuk sementara bajak Urbanus tinggal di rumah saya dulu," kata Angge Saleleubaja, warga Dusun Kaleuk, Desa Matobe, Sabtu (14/9/2019).

Angge Saleleubaja menyebutkan, waktu kejadian kebakaran dia duduk-duduk di depan rumah, kebetulan di rumah ada acara. “Sedang asyik duduk-duduk tiba-tiba kelihatan api besar, saya dan beberapa warga langsung ke lokasi tempat rumah terbakar, rupanya rumah bajak Urbanus Sritoitet,” tuturnya.

Saat kebakaran rumah kosong dan pintu terkuci, membuat warga tidak bisa menyelamatkan barang-barang dalam rumah. “Berkat bantuan warga dan tetangga sehingga api dapat dipadamkan sebelum menjalar ke rumah tetangga yang jaraknya hanya sekitar 5 meter," katanya.

Sementara warga lain yang melihat kejadian Anna Maria (36) mengatakan saat terjadi kebakaran mereka sedang memasak. “Kami ada lima orang ibu-ibu memasak untuk keperluan pesta, tiba-tiba  ada asap kelihatan di atas atap seng, karena curiga kami dekati rumah tersebut kelihatan bahwa kabel sambungan tenaga surya ada api menjalar ke dalam rumah dan kedengaran ada bunyi letupan sepertinya bola lampu surya yang meletus,” tuturnya.

Beberapa menit asap bertambah banyak dan terlihat api mulai membakar rumah. “Kami berteriak untuk memanggil warga dan warga datang untuk menyiram namun air sulit di dapat, dari sungai sekira 200 meter, untung ada mobil warga yang angkut air, dengan pertolongan warga sekira 30 menit api besar sudah mulai padam dan kemudian menuyusul mobil pemadam kebakaran untuk menyiram,” ujarnya.

Marbunus Siritoitet (25), anak Urbanus Sritoitet mengatakan, waktu kejadian kebakaran dia lagi ke Dusun Bubuakat, Desa Matobe, dan bapaknya pergi ke ladang. “Ketika saya pulang sekitar pukul 17.15 WIB rumah sudah terbakar, waktu saya pulang apinya sedang besar sekali,” ucapnya.

Melihat kejadian kebakaran rumah ada beberapa warga Desa Matobe yang memberikan bantuan berupa baju dan selimut. “Untuk makan saya dan bapak sama Angge Seleleubaja, rumah yang terbakar ini merupakan bantuan dari NGO Caritas tahun 2009 hendaknya dapat dibantu kembali sebab terus terang untuk mendirikan rumah saya dan bapak sudah tidak sanggup lagi," katanya. (spr/leo)

BACA JUGA