Kemarau, Warga Sikakap Begadang Cari Air Bersih

Kemarau Warga Sikakap Begadang Cari Air Bersih Warga membawa sejumlah jeriken air dengan becak motor di Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Dua bulan kemarau di Sikakap Kepulauan Mentawai menyebabkan warga kesulitan air bersih. Warga harus begadang hingga subuh demi mencari air bersih.

"Sudah dua bulan ini saya tidak mendapatkan air, saya terpaksa harus bergadang sampai pukul 04.00 wib, kalau air PDAM tidak mengalir saya terpaksa harus mengangkat air dengan jeriken dari Dusun Sikakap Timur dengan sepeda motor, sekali angkat hanya dua jeriken isi 35 liter," kata Nirhan, warga Dusun Sikakap Tengah, Rabu (11/9/2019).

Dia menyebutkan, musim kemarau sudah dua bulan berjalan, walaupun ada hujan tapi hanya gerimis saja.”Kkalau untuk air minum sekarang ini saya pakai air galon sementara untuk mandi dan keperluan lainnya terpaksa harus mengangkat air dengan sepeda motor, satu kali jalan sepeda motor saya hanya bisa angkat 2 jeriken, karena bak air kecil isinya hanya sekitar 4 jerikn terpaksa mengangkat air setiap malam, dalam mengambil air pun harus antre, mudah-mudahan musim kemarau ini cepat berlalu dan kami tidak lagi kesulitan mengangkat air seperti sekarang," katanya.

Hendra, warga lain mengatakan, sudah hampir dua bulan air PDAM tidak mengalir ke rumahnya, bahkan dia dan beberapa pelanggan PDAM ditemani Muspika Kecamatan Sikakap melihat bak air PDAM di Dusun Mabola untuk memastikan apakah bobot air kurang akibat kemarau atau karena ada kebocoran bak air atau pipa.

“Setelah kami sampai ke lokasi bak air rupanya memang bobot air yang kurang, misalnya kalau musim hujan bobot air 6 ton per jam sekarang sudah kurang menjadi 2 ton per jam, karena pelanggan PDAM banyak dari Dusun Sikakap Timur maka air PDAM tidak sampai ke pelanggan di Dusun Sikakap Tengah,” katanya.

Dia berharap musim kemarau segera berlalu dan air PDAM bisa mengalir kembali ke rumah-rumah warga.

BACA JUGA