Perkuat Masyarakat Adat Mentawai, LBH Padang dan YCMM Gelar Training Keamanan Komunitas

Perkuat Masyarakat Adat Mentawai LBH Padang dan YCMM Gelar Training Keamanan Komunitas Training Keamanan Komunitas Mentawai di Muara Siberut, Siberut Selatan. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MUARASIBERUT-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang bersama Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) menggelar Training Keamanan Komunitas Mentawai  untuk masyarakat adat Mentawai di Aula Paroki Muara Siberut Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (30/8/2019).

Trainer dari LBH Padang, Indra Suryani mengatakan, kegiatan bertujuan memperkuat komunitas masyarakat adat Mentawai terkait isu-isu hak asasi manusia (HAM) dan hak-hak masyarakat adat, termasuk soal hukum.

“LBH hadir untuk menyuarakan hak masyarakat adat, masyarakat harus tahu bahwa ada hak asasi dimana kita boleh menyuarakan hak kita karena kita sudah tertindas, jika HAM kita dilanggar bisa disuarakan karena hak asasi itu diakui negara,” kata Indira kegiatan, Jumat (31/8/2019).

Sementara Tarida Hernawati dari YCMM mengatakan, training diikuti 15 peserta dari berbagai komunitas masyarakat di Sikakap, Siberut Utara, Siberut Tengah dan Siberut Selatan.

"Kita berharap dengan adanya training untuk komunitas ini,  peserta bisa menjadi kader dalam penanganan soal hukum, pelanggaran KDRT, pelecehan seksual dan persoalan lain yang dialami oleh masyarakat Mentawai," kata Tarida, Jumat (30/8/2019)

Salah seorang peserta training, Heronimus mengatakan, banyak kasus-kasus penindasan hak masyarakat di Mentawai terutama masalah lahan. Dia mencontohkan kasus sengketa lahan di Pulau Nyanyang dan hutan tanaman industri di Siberut Tengah dan Siberut Utara.

“Ada klaim-klaim lahan untuk dijadikan lahan perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik lahan, jadi bagaimana hak kami sebagai masyarakat adat dalam kondisi seperti itu,” tanya Heronimus.

Dia berharap LBH dan lembaga lainnya dapat membantu masyarakat adat Mentawai yang mengalami penindasan ataupun sengketa lahan. “Sebab sejauh ini masyarakat masih bingung menyelesaikannya,” katanya.

BACA JUGA