Meski Anggaran Terbatas Proyek Jalan Trans Mentawai Jalan Terus

Meski Anggaran Terbatas Proyek Jalan Trans Mentawai Jalan Terus Plang proyek jalan trans Mentawai Simpang Kartini-Kinumbuk, Pagai Selatan, Mentawai. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mengupayakan pembangunan jalan trans Mentawai dapat diselesaikan meski terkendala dari segi keterbatasan anggaran untuk keluar dari status 3T, terutama dari sumber APBD Mentawai sehingga pembangunannya didukung sebagian langsung dari APBN.

Pembangunan jalan trans Mentawai dimulai sejak 2013. Ada total sekitar 405,2 total panjang trans Mentawai yang ditargetkan selesai yang tersebar di tiga pulau besar (Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan).

Pembangunan jalan trans Mentawai memang tak mudah dan tidak bisa disamakan dengan daerah-daerah lainnya yang secara geografis dapat dijangkau dengan waktu singkat, Mentawai yang terdiri dari tiga pulau besar yang terpisah lebih banyak mengandalkan transportasi laut, tentu saja biaya akan berat pada biaya pendistribusian jalur transportasi laut, belum lagi akan mengalami kenaikan harga apalagi logistik seperti material yang  sebagaian besar masih didatangkan dari luar Mentawai.

Kafrizen, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan pembangunan jalan trans Mentawai saat ini sebagian besar masih lanjutan pekerjaan tahun sebelumnya yang dikerjakan secara multiyear atau setiap tahun anggaran.

"Saat ini ada sebagian yang dibuka dibantu melalui program karya bakti, ada sebagian peningkatan dan pengerasan jalan," kata Kafrizen pada Senin, (26/8/2019).

Dijelaskannya, jalan di Mentawai sudah terbagi pada jalan nasional sepanjang 89,49 kilometer, jalan provinsi sepanjang 11 kilometer dan jalan kabupaten sepanjang 1.130,2 kilometer.

Menargetkan penuntasan pembangunan jalan trans Mentawai pada 2022,  Kafizen belum bisa memprediksi hingga pada pengerasan jalan. "Kalau pembukaan jalan saya pikir bisa, tetapi kalau pengerasan belum semuanya, itu juga ditentukan ketersediaan dan dukungan anggaran kita," katanya.

Di Pulau Sipora, kata Kafrizen, khusus jalur trans Mentawai termasuk jembatan yang dilaluinya sudah menjadi jalan nasional atau pembiayaannya sudah bersumber dari APBN. Sementara jalan trans Mentawai di Pulau Siberut sedang diupayakan menjadi jalan nasional. "Sehingga pembiayaannya dapat didukung langsung APBN, kalau mengandalkan APBD Mentawai belum sanggup menuntaskan semuanya," katanya.

Berikut progres pembangunan jalan trans Mentawai. Di Pulau Sipora total panjang jalan trans Mentawai ada 89 kilometer, dimana jalan yang sudah terbuka sepanjang 57,5 kilometer, kemudian jalan belum terbuka 31,5 kilometer, pengerasan 41,5 kilometer,  persentase progres pengerjaan jalan trans Mentawai di Pulau Sipora sudah mencapai 50,20 persen.

Rencana penanganan jalan trans Mentawai pada 2019, dananya ada dari APBN senilai Rp52 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan sepanjang Rp3,5 kilometer, kemudian jembatan 30 meter, salah satunya pembukaan jalan baru Sioban-Sagitci sekira 15 kilomter.

Jalan penghubung sebelumnya memang sudah ada namun terlalu dekat dengan bibir pantai. "Sehingga kita mengambil jalur sedikit jauh dari bibir pantai," kata Kafrizen.

Kemudian alokasi APBD Mentawai 2019 untuk pembangunan  infrastruktur jalan di Pulau Sipora ada senilai anggaran Rp29,4 miliar dengan target 33,8 kilometer, kemudian dana bersumber dari DAK total Rp29 miliar, dengan target 5,3 kilometer jalan dan 60 meter jembatan.

Selanjutnya total panjang jalan trans Mentawai di Pulau Siberut ada 187,2 kilometer, yang sudah terbuka sepanjang 117,4 kilometer, belum terbuka ada sepanjang 68,9 kilometer, sudah berpengerasan 10,8 kilometer, persentase progres pembangunannya sudah mencapai 17,14 persen.

Rencana penanganan trans Mentawai pada 2019 bersumber dari ABPD Mentawai senilai Rp31,9 miliar, target 37 kilometer, dari APBN senilai Rp29 miliar.

Alokasi APBD Mentawai untuk infrastruktur  jalan di Pulau Siberut pada 2019 yakni DAU Rp111,4 miliar, target 61 kilometer kemudian dari DAK total anggaran Rp31,6 miliar untuk target 3,7 kilometer.

Kemudian jalan trans Mentawai di Pulau Pagai Utara total 63 kilometer, sudah terbuka 21 kilometer,  belum terbuka 42 kilometer, sudah berpengerasan 15 kilometer, dengan progres 26 persen.

Rencana penanganan trans Mentawai pada 2019 bersumber dari APBD Mentawai senilai Rp10,3 miliar, dengan target 18 kilometer, pembangunan jalan trans di Pagai Utara masih mengandalkan APBD untuk 2019 ini.

Alokasi APBD Mentawai untuk infrastruktur  jalan di Pulau Pagai Utara pada 2019 yakni DAU Rp37,6 miliar target 31,2 kilometer kemudian dari DAK Afirmasi total anggaran Rp3 miliar target 2 kilometer.

Jalan trans Mentawai di Pulau Pagai Selatan total 66 kilometer, sudah terbuka 60 kilometer, yang belum terbuka ada 6 kilometer, sudah berpengerasan nol kilometer, progres sudah mencapai 18 persen.

Rencana penanganan trans Mentawai pada 2019 bersumber dari ABPD Mentawai senilai Rp7,5 miliar, target 9 kilometer. Alokasi APBD Mentawai untuk infrastruktur  jalan di Pulau Pagai Selatan pada 2019 yakni DAU Rp16,8 miliar, untuk target 21 kilometer. 

BACA JUGA