Orientasi Pramuka Kwarcab 15 Mentawai Diikuti 73 Kepala Sekolah dan Guru

Orientasi Pramuka Kwarcab 15 Mentawai Diikuti 73 Kepala Sekolah dan Guru Orientasi Pramuka Kwarcab 15 Kabupaten Kepulauan Mentawai di Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Sebanyak 73 kepala sekolah dan guru di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti orientasi Pramuka yang diadakan Kwartir Cabang (Kwarcab) 15 Gerakan Pramuka Mentawai  yang diadakan di Aula Gereja Kristen Protestan Mentawai di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (28/8/2019).

Pelaksanaan orientasi dibuka oleh Ketua Majelis Pembinan Kwartir Rantin (Kwarran) 09 Gerakan Pramuka Kecamatan Sikakap, Fransiskus Sakeletuk.

Fransiskus mengatakan, pelaksanaan kegiatan pramuka sesuai dengan kurikulum 2013 (K13) yang mewajibkan sekolah menjalankan ekstrakurikuler tersebut sekali seminggu. Pelaksanaan kegiatan itu sendiri, kata Frans didanai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kegiatan Pramuka merupakan kegiatan yang positif dalam membentuk karakter generasi muda, kepala sekolah dan guru-guru merupakan penentu dalam kegiatan pramuka di sekolah, kalau kepala sekolah dan guru-guru tidak mau tahu dengan kegiatan pramuka di sekolahnya saya yakin kegiatan Pramuka di sekolah tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. 

Sementara Irfan Fernando, bidang pendidikan dan pelatihan Kwarcab 15 Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan, dasar hukum gerakan Pramuka di Indonesia Undang-Undang (UU) nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan Pramuka.

“Gerakan Pramuka tujuan utamanya adalah untuk membentuk karakter yang baik, seorang pembina wajib mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka, Gerakan Pramuka terlepas dari unsur politik, gerakan Pramuka itu mandiri, suka rela dan nonpolitis,” ujarnya.

Jonnedi, pengawas SD Dinas Pendidikan Kecamatan Pagai Selatan, mengatakan, kendala pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah karena tidak ada pembinan apalagi diwajibkan pelatihanya harus mengikuti KMD.

“Sementara setahu saya pada umumnya guru-guru di sekolah itu belum pernah mengikuti KMD,” katanya.

Emjun Frida, kepala SDN 21 Makalo, mengatakan, kegiatan Pramuka di SDN 21 Makalo sudah lama dilakukan. “Masalah sekarang dari mana dana kegiatannya diambil,” katanya.(spr)


BACA JUGA