Warga Rebutan Naik Boat Karena Tak Ada Layanan Kapal Antar Pulau ke Siberut Barat

Warga Rebutan Naik Boat Karena Tak Ada Layanan Kapal Antar Pulau ke Siberut Barat KLM Nade sedang sandar di Pelabuhan Maileppet, Siberut Selatan, Mentawai. (Foto: Hendrikus Bentar/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Tidak adanya layanan kapal antar pulau yang melayani rute Betaet Kecamatan Siberut Barat dari Pelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara membuat masyarakat kecewa karena tidak dapat terlayani. Terutama pelajar dan orangtua yang punya anak bersekolah diluar Siberut Barat, seperti di Sikabaluan, Saibi, Siberut Selatan dan Tuapeijat.

"Kita jadi kesulitan. Mau ke kampung kapal tidak ada", kata Vero (19) salah seorang pelajar asal Siberut Barat pada Mentawaikita.com, Jumat (23/8/2019).

Layanan kapal antar pulau yang biasanya dilayani KLM. Nade biayanya terjangkau bagi masyarakat. Untuk sekali jalan dari pelabuhan Pokai menuju Betaet Kecamatan Siberut Barat masing-masing penumpang Rp50 ribu.

"Kalau naik bot satu orang bisa Rp200 ribu sampai Rp250 ribi. Tergantung dari jumlah penumpang," kata Vero.

Tak hanya biaya yang mahal. Untuk jadwal boat dari Pokai menuju Betaet atau sebaliknya tidak mempunyai jadwal tetap. Tergantung adanya jadwal pedagang membawa barang.

Keluhan yang sama disampaikan Lena, penumpang asal Siberut Barat yang berebutan naik boat milik kecamatan Siberut Barat menuju Pokai. Ia mengatakan masyarakat yang mempunyai ke pentingan ke Padang, Tuapeijat, Siberut dan Sikabaluan banyak, sementara tidak ada layanan kapal. "Kebetulan ada boat kecamatan yang mau keluar. Kami rebutan karena kapasitas bot terbatas," katanya.

Banyaknya penumpang pada saat itu, dikatakan Lena pihak kecamatan merasa keberatan membawa penumpang, selain faktor keselamatan selama perjalanan karena kondisi cuaca dan gelombang juga faktor keadilan.

"Siapa yang sangat mendesak dan penting untuk berangkat diizinkan. Namun yang lain yang urusannya bisa dipending diminta bersabar dan menunggu tumpangan lain," katanya. Mulai tidak adanya layanan kapal antar pulau ke Siberut Barat dikatakan warga mulai Agustus. 

BACA JUGA