Cetak Jurnalis Muda, Puailiggoubat dan MentawaiKita.com Latih Siswa SLTA Mentawai

Cetak Jurnalis Muda Puailiggoubat dan MentawaiKitacom Latih Siswa SLTA Mentawai Seorang siswa di Pagai Utara Selatan membacakan hasil berita yang dituliskannnya (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Tabloid Puailiggoubat dan media online MentawaiKita.com memberikan pelatihan jurnalistik kepada siswa tingkat SLTA yang terdiri SMA dan SMK di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pelatihan tersebut menurut Pemimpin Redaksi Puailiggoubat dan MentawaiKita.com, Yuafriza sebagai upaya untuk mencetak jurnalis dan penulis lokal Mentawai.

“Hal ini sesuai visi dari Puailiggoubat dan Mentawaikita.com yang tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Mentawai namun juga mencetak  jurnalis dan penulis lokal Mentawai,” kata Yuafriza yang biasa dipanggil Ocha, Jumat (23/8/2019).

Sebagai media, Puailiggoubat dan Mentawaikita.com tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber informasi dan hiburan, namun juga mengedukasi masyarakat melalui informasi-informasi yang dibagikannya. 

Di Pulau Pagai Utara dan Selatan workshop jurnalistik pelajar ini diikuti 31 siswa SMA/SMK ditambah guru yang digelar di Geraja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kamis (22/9/2019).

Peserta berasal dari SMAN 1 Pagai Utara Selatan 5 orang ditambah 2 guru pendamping, 5 siswa SMAN 2 Sikakap tambah 1 guru pendamping, 5 siswa SMKN 3 Mentawai tambah 1 guru pendamping, 5 siswa SMAN 1 Pagai Utara tambah 1 guru pendamping, dan 5 siswa SMAN 1 Pagai Selatan tambah 1 guru pendamping.

Workshop Jurnalistik untuk pelajar SLTA di PUS dibuka dan ditutup langsung oleh Sekretaris Camat Sikakap Hoskilius Sabelau didampingi oleh Kepala Desa Sikakap San Andi Iklas. 

Narasumber workshop jurnalis untuk pelajarar SLTA di daerah ini yakni Supri Lindra, dan Leo Marsen, keduanya merupakan jurnalis Pualiggoubat dan Mentawaikita dipandu moderator Reigen dari YCM Mentawai.

"Media merupakan pengawas dalam pembangunan, adanya media maka setiap pembangunan bisa berjalan dengan maksimal, pelatihan jurnalistik untuk siswa SLTA yang diadakan oleh Puailiggoubat dan MentawaiKita.com merupakan terobosan yang harus terus dilaksanakan, pelatihan merupakan salah satu cara untuk pengkaderan dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa tentang dunia jurnalistik," kata Kepala Desa Sikakap,  San Andi Iklas saat pembukaan workshop  Jurnalistik

San Andi Iklas menyebutkan, media merupakan mitra pemerintah dan swasta dalam kontrol sosial dan pembangunan pada setiap pelaksanaan pembangunan yang diadakan oleh pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat,

"Orang yang menguasai dunia adalah orang yang rajin membaca dan menguasai media, dalam bekerja seorang wartawan atau jurnalistik itu dilindungi undang-undang dan bekerja sesuai dengan kode etik, ada beberapa orang terkenal di Indonesia tapi hanya tamat SMA dan memulai karirnya dari menjadi wartawan atau jurnalistik seperti Adam Malik Wakil Presiden Republik Indonesia, Harmoko Menteri Penerangan zaman Presiden Suharto, dan Karni Ilyas dan sebagainya,” katanya.

Sementara Sekcam Sikakap, Hoskilius Sabelau mengatakan, jurnalistik itu adalah ilmu dalam membuat berita tentu ada aturan, seorang jurnalis atau wartawan bekerja diikat dengan kode etik, 

“Workshop jurnalistik untuk pelajar SLTA yang diadakan oleh Pualiggoubat dan Mentawaikita adalah kegiatan yang positif, kenapa workshop ini diundang khusus siswa SLTA supaya siswa SLTA tahu apa itu dunia jurnalistik,” ujarnya. 

Lanjut dia, wartawan itu adalah mitra dalam bekerja, kalau ada yang baik itu wajib diberitahukan kepada publik termasuk juga yang tidak baik.

Saat pelaksanaan workshop, Supri Lindra, narasumber workshop itu menjelaskan, dalam penulisan berita bahasanya sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca, penulisan berita memakai rumus 5W+1H  untuk menggali fakta terhadap suatu peristiwa.

“Dalam mengumpulkan fakta suatu peristiwa seorang wartawan memiliki  beberapa cara di lakukan yakni mendengarkan, mengamati, menyelidiki dan mencatat atau merekam,” ujarnya.

Sebelum melakukan wawancara ada beberapa hal yang harus disiapkan, pertama persiapan teknis seperti menyiapkan tape recorder atau tape rekaman, notes, pena, kamera dan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Narasumber yang menjadi penjelas suatu peristiwa haruslah orang yang berkopeten di bidangnya atau terlibat langsung dengan kejadia yang mau diliput.

Agustina Zalukhu, peserta Workshop Jurnalistik dari SMKN 3 Mentawai, mengatakan, pelatihan jurnalistik membuat mereka tahu tentang dunia jurnalistik. “Kalau bisa acara ini terus dilakukan setiap tahun,” katanya.

Hendro Sugiyanto Manalu, guru pendamping siswa SMKN3 Mentawai, mengatakan sangat tertarik dengan dunia jurnalistik. Sebelum menjadi guru, Hendro punya cita-cita menjadi jurnalis seperti membawa berita dan pengacara.

“Tapi Tuhan berkehendak lain sehingga saya di takdirkan menjadi guru, dengan adanya pelatihan jurnalistik diadakan oleh Puailiggoubat dan MentawaiKita terobosan sangat bagus sekali hendaknya tidak berhenti di sini saja, terimakasih sekali kami ucapkan dengan ilmu tentang jurnalistik yang diberikan,” katanya.

Kegiatan workshop Jurnaslitik ini juga digelar di Kecamatan Siberut Selatan yang diikuti siswa dari SMAN 1 Siberut Selatan, SMKN 2 Mentawai dan SMA Lentera Harapan Kecamatan Siberut Selatan. 

Kemudian di Kecamatan Siberut Utara pelatihan diikuti oleh siswa dari SMAN 1 Siberut Utara dan Sipora Utara peserta diikuti oleh SMAN 2 Sipora dan SMA Swasta Plus Setia.

Usai pemaparan materi seputar jurnalistik kemudian diikuti diskusi santai penuh canda dengan anak-anak muda Mentawai. Peserta juga dilatih praktik melakukan kegiatan peliputan jurnalistik di lapangan.

Menindaklanjuti workshop ini, Puailiggoubat dan MentawaiKita.com juga menggelar lomba menulis untuk siswa SMA dan sederejad di Mentawai. Pengiriman naskah dimulai 1 Agustus-30 September 2019. Tema yang diusung dalam lomba ini yakni Lingkungan dan Budaya dengan kategori tulisan Berita dan Opini. 


BACA JUGA