Dua Kapal Antar Pulau di Mentawai Tak Lagi Beroperasi Pada 2021

Dua Kapal Antar Pulau di Mentawai Tak Lagi Beroperasi Pada 2021 Kapal Beriloga bersandar di pelabuhan Tuapeijat. (Foto Dok Mentawawaikita.com)

TUAPEIJAT-Tahun depan dua Kapal antar pulau milik Pemda Mentawai dikabarkan tak lagi beroperasi, dua kapal penumpang yang dianggap tidak layak yaitu, KM. Pulau Simasin dan KM. Beriloga.

"Rencananya ada dua kapal yang tidak lagi beroperasi, tapi untuk tahun 2020, dua kapal tersebut masih bisa kita gunakan, namun tahun 2021 tidak layak  lagi, itu sudah beresiko," kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Mentawai, Amrial, Kamis, (22/8/2019).

Kapal yang akan berhenti beroperasi pada tahun 2021 yakni KM. Beriloga yang dibuat sejak tahun 2001 dengan bersumber dana dari APBD Mentawai yang memiliki panjang 22.85 meter, lebar 8.16 meter, kapasitas 189 GT dengan kecepatan 8.5 knot.

Sementara KM. Pulau Simasin dibuat tahun 2003 bersumber dari APBD Mentawai memiliki panjang 21.85 meter, lebar 5.75 meter, kapasitas 128 GT dan kecepatan rata-rata 8 knot.    

Amrial juga mengatakan penggunaan kapal yang terbuat dari kayu idealnya bisa digunakan secara  teknik hanya selama 8 tahun dan secara ekonomi kapal layak beroperasi hingga 10 tahun. Sementara penggunaan kapal antar pulau tersebut sudah melewati batas maksimal penggunaan yang telah mencapai  18 tahun.

Saat ini pihak Dishub Mentawai telah merancang perencanaan pengadaan kapal cepat dengan  anggaran sebesar 20 miliar  yang akan  melayani penyeberangan antar pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Kita terus berupaya, saat ini kita sudah membuat perencanaan pengadaan kapal cepat dengan anggaran 20 miliar. Ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pelayaran layak bagi masyarakat kita," kata Amrial. 

Dia berharap,  pihak terkait  bisa merealisasikan pengadaan kapal baru, karena terangnya, pihaknya telah menyampaikan hal itu dalam forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mentawai.

"Kita sudah bawa ke forum OPD. Dan kita harap ini menjadi perhatian serius Pemkab dan DPRD," ungkapnya.

BACA JUGA