Meriahnya 17 Agustus di Mentawai, Dari Lomba Manai Ogok Hingga Kuda Lumping

Meriahnya 17 Agustus di Mentawai Dari Lomba Manai Ogok Hingga Kuda Lumping Ratusan warga Muara Siberut dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan pertunjukan kuda lumping saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. (Foto:Hendrikus/Mentawaikita.com

MENTAWAI-Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus selalu momen yang dinanti-nantimasyarakat Mentawai. Selain meriah oleh berbagai lomba, juga ada pawai aneka busana, meskipun perayaan tahun ini  terbilang lebih sederhana karena minim anggaran namun tak menyurutkan antusiasme warga.

Di Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan warga berbondong-bondong menyaksikan kuda lumping yang diperagakan warga Mentawai yang keturunan Jawa. Ratusan penonton menyaksikan atraksi kuda lumping oleh para penari, di tengah pertunjukan ada diantara mereka yang kesurupan, para penari pun akan mencuci muka dengan daun-daun dan bunga yang sudah disiapkan.

Salah seorang penonton, Markus mengatakan, pertunjukan tersebut sangat menghibur karena berbeda dengan budaya Mentawai.

Smentara di Desa Sikakap Kecamatan Sikakap, siswa TK, SD dan SMP ikut pawai pakaian adat nusantara. Pawai Budaya Nusantara dilepas langsung Camat Sikakap Fransiskus Sakaletuk, didampingi Danramil Sikakap Kapten INF Pitra Damanik, Kapolsek Sikakap Iptu Hendri, dan Kepala Desa Sikakap San Andi Iklas,

Rute pawai Budaya Nusantara diawali di depan kantor Camat Sikakap, Dusun Sikakap Timur, Dusun Sikakap Tengah, dan Perikanan Dusun Sikakap Barat dan kembali lagi ke kantor Camat Sikakap.

"Kecamatan Sikakap merupakan daerah yang memiliki bermacam suku yang ada di Indonesia seperti suku Mentawai, juga ada Minang, Batak, Nias, dan Jawa, terbukti yang ikut pawai sekarang terdiri dari beberapa pakaian adat," kata Fransiskus Sakaletuk, Sabtu (17/8/2019).

Dia menyebutkan, walaupun hidup dalam perbedaan suku dan budaya tapi masyarakat yang hidup di Kecamatan Sikakap tetap rukun dan saling tolong menolong satu sama lain.

Meskipun minim anggaran, Fransiskus mengapresiasi semangat dan dukungan masyarakat dalam perayaan tahun ini termasuk sumbangan donatur perusahaan untukmenyukseskan kegiatan.

"Berkat partisipasi masyarakat, kontraktor, dan aparatur pemerintahan di Kecamatan Sikakap sehingga kegiatan HUT KemerdekaanRI ke-74 tahun berjalan dengan lancar dan sukses, sebab tahun ini  tidak ada bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sama sekali untuk perayaan ini," kata Fransiskus Sakaletuk.

Berbeda di tempat lain, Pemerintah Kecamatan Siberut Tengah menggelar lomba budaya manai ogok (hiasan kepala, biasa dipakai saat upacara adat Mentawai). Lomba diselenggarakan di Balai Desa Saibi Samukop, dua hari lalu.

Lomba manai ogok  diikuti 14 tim peserta mewakili dusun dan desa yang ada. Masing-masing tim terdiri dari perias danyang dirias.

Arsenius Sakailoat, tokoh adat sekaligus Panitia Budaya Siberut Tengah mengatakan manai ogok Mentawai banyak ragamnya, yang ditampilkan para peserta Lomba berupa manai ogok pangurei, memakai kinibet, bulu kailaba (burung) dan bulu ayam. Manai ogok kerei memakai bulu kailaba, dan bulu ayam dan untuk laki-laki memakai daun jarajara.

Selain itu manai ogok lia uma hanya memakai bulu ayam termasuk laki-laki, manai ogok paibbuk (kaum perempuan yang pergi menonton acara mukerei dan paabat) memakai daun beheu dan simakkainau, dan bulu ayam, serta manai ogok muiba (pergi cari ikan), pakai manai daun pelage (jenis manau-rotan), daun sihidakkut dan sipuriuriu.

"Setiap acara pesta adatnya kaum perempuan zaman dulu sudah tahu apa manai yang dipakainya, pemakaian manai ini punya makna tersendiri dan dalam,seperti pakai daun ailelepet dipercayai sebagai penyejuk hati dan pikiran," ujarnya pada Mentawaikita.com.

Lidia Saruruk (40), peserta yang menampilkan manai ogok paibbuk mengaku sangat bangga memakai manai ogok dan menampilkannya, meski masih sangat minim pengetahuan. "Lomba manai ini baru kali ini ada dan sangat senang sekali mengenakannya," ujarnya.

Lidia sedikit mengerti Manai Ogok ini dari orang Tuanya dan melihat dan bertanya dari sikebbukat"saya dulu sering melihatnya sama orang tua perempuan dan selalu bertanya dan sedikit mengerti tentang Manai Ogok,"ucapnya.

Salah seorang warga yang menyaksikan lomba, Timai Darlianna Salakkau (47) mengaku kagum melihat manai ogok yang ditampilkan para peserta lomba. "Saya baru pertama melihat dandanan manai ogok ini dan ternyata dandanan manai ogok membuktikan perempuan Mentawai sungguh cantik luar biasa," ucapnya.

Perayaan hari kemerdekaan juga membuat kampung-kampung bersolek lebih rapi, indah dan warna-warni. Di Saibi Samukop, empat dusunnya yang berdekatan, Masoggunei, Simabolak, Saibi Muara dan Pangasaat terlihat bersih, setiap sudut ditempatkan tong sampah.

Selain itu banyak bendera dan umbul-umbul memeriahkan suasana. Termasuk gapura-gapura yang menghiasi pintu dusun.

Reporter: Hendrikus Bentar Samonganuot (Muara Siberut), Supri Lindra (Sikakap), Rinto Sanene (Saibi Samukop)

BACA JUGA