Hamili Remaja Perempuan, Pria Matobe Terancam 15 Tahun Penjara

Hamili Remaja Perempuan Pria Matobe Terancam 15 Tahun Penjara Penyidik Reskrim Polsek Sikakap sedang memproses HP yang diduga menghamili seorang remaja 17 tahun di kampungnya, Matobe, Sikakap, Mentawai. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—HP (26), Warga Desa Matobe Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai diamankan Unit Reskrim Polsek Sikakap karena diduga menghamili seorang remaja, sebut saja Bunga (17). HP pun terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Berdasarkan laporan dari orang tua  korban pada 9 Agustus lalu, maka  14 Agustus, HP sudah kita amankan di Polsek Sikakap, setelah berkasnya selesai maka HP kita kirim ke Padang untuk proses hukum selanjutnya," kata Iptu Hendri, Kapolsek Sikakap, Kamis (15/8/2019).

Iptu Hendri menyebutkan, sesuai dengan pengakuan Bunga,mereka sudah berpacaran sejak korban duduk di kelas VI SD, dan sudah melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah HP, saat itu korban berusia 14 tahun.

Setelah Bunga SMP, perbuatan tersebut dilakukan di tempat kos Bunga di Dusun Sikakap Tengah. Beberapa waktu lalu orang tua Bunga dipanggil pihak sekolah karena sudah tidak masuk satu minggu,  maka orang tuanya langsung bertanya dan Bunga menceritakan apa yang sudah dialaminya.

“Untuk memastikan apakah Bunga hamil atau tidak, orang tua bunga pergi ke bidan, dari hasil pemeriksaan bidan rupanya bunga sudah hamil beberapa bulan, karena bunga tidak masuk sekolah sudah satu minggu, maka pihak sekolah memanggil orang tua bunga, setelah memenuhi panggilan pihak sekolah, orang tua Bunga didampingi oleh P2TP2A langsung melaporkan kejadian ke dialami Bunga ke Polsek Sikakap dan HP langsung kita amankan di Polsek Sikakap,” kata Iptu Hendri.

Atas perbuatannya, HP diancam Pasal 81 dan Pasal  82 ayat 1 jo 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman maksimal 15 tahun, katanya.

BACA JUGA