Pembangunan Air Bersih Bekkeiluk Sudah 95 Persen

Pembangunan Air Bersih Bekkeiluk Sudah 95 Persen Pembangunan bak Pamsimas Dusun Bekkeiluk. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MUNTEI-Pembangunan air bersih di Dusun Bekkeiluk, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah selesai 95 persen, dan target selesai minggu ketiga Agustus tahun ini.

Kordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Stevanus Nahum mengatakan, pembangunan air bersih di Dusun Bekkeiluk Desa Muntei sudah berjalan 95 persen, tiga minggu kedepan pada Agustus ini air sudah mengaliri masyarakat.

"Pembangunan Pamsimas di Bekkeiluk sudah berjalan dan dalam tahap pengerjaan oleh masyarakat setempat dan semua material sudah siap dan tinggal pengerjaan,"kata Stefanus Pada Mentawaikita.com, Selasa, 13 Agustus 2019.

Sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) di dusun akan dialiri air bersih, yang sebelumnya mereka mengandalkan tada hujan dengan sumur bor yang berwarna coklat. “Pipa disetiap jalan sudah tersambung, tinggal pipa dari pusat air menuju di perkampungan, dan masih tahap pengerjaan, setelah itu tersambung akan dilanjutkan penyambungan kran dan pipa disetiap rumah," katanya.

Stevanus menambahkan kedepan bentuk pengelolaan diserahkan di dusun lancar tidak air itu tergantung. “Kelompok Pengelola Sarana Penyedian Air Minum dan Sanitasi (KPS-Spam)dan nantinya ada pengurusnya, yang bisa mengusulkan adanya meteran atau bentuk lainnya mereka yang bertangung jawab,” katanya.

Kepala Desa Muntei Agustinus Sagari, terkait dengan air Pamsimas di setiap dusun di Silakoinan sudah teraliri seperti Salappak, Magosi, dan tahun ini Dusun Bekkeiluk, hanya saja yang selama ini yang masih terkendala air bersih itu didaerah Dusun Muntei airnya tidak lagi jalan.

"Untuk wilayah Dusun Muntei air sudah tiga kali bangun Pamsimas, dan PNPM namun ketiganya tidak ada yang sukses dan jalan sampai tahun 2019 ini, akan lebih bagus dari sumber air akan dibuatkan bak, atau bendungan penampungan air, jadi nantinya air bisa ditampung kalau pun mata air sudah habis ada stok dibaknya,"kata Agustinus.

Untuk dana 10 persen dari dana ADD sebenarnya ada, namun selama ini pihak pihak Pamsimas dan pengelola dilapangan tidak pernah melibatkan pemerintah setiap pembangunan makanya pihak pemerintah desa tidak memasukkannya di RAB.

"Bukannya desa tidak mau namun karena komunikasi saja yang tidak ada, kalau ada komunikasi kita akan cari jalannya dan menganggarkannya, tidak sama dengan desa lain mereka sudah punya akses, sedangkan kita belum punya akses yang bagus untuk membangun khusus Desa Muntei masih fokus dengan infratruktur," katanya.

Sementara Program Menejer(PM) Reza Fernandes mengatakan daerah dampingan dari peduli ada dua daerah  Silakoinan Desa Muntei, Siberut Selatan, dan Gorottai Desa Malancan Kecamatan Siberut utara.

"Pembangunan air bersih Gorotttai dan Bekkeiluk bersama pemerintah air bersih pada bekkeiluk sudah jalan,sedangkan gorottai menunggu sedang berproses, pengurusnya sudah ada sudah dibuka rekening diharapkan tahun ini daerah dampingan 2 dusun sudah diiliri air bersih Pamsimas," kata Reza.

BACA JUGA