Rumah Tak Layak Huni di PUS Dapat Bantuan Bedah Rumah

Rumah Tak Layak Huni di PUS Dapat Bantuan Bedah Rumah Warga Bere Desa Makalo Kecamatan Pagai Selatan sedang melangsir material bedah rumah perahu mesin (dok Tonggo/untuk Mentawaikita.com))

SIKAKAP- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mentawai  memperbaiki 140 rumah warga yang tak layak (bedah rumah). Pekerjaan dilakukan secara swadaya oleh kelompok masyarakat.

Ilau Sapataddekat (35), warga Dusun Bere Desa Makalo Kecamatan Pagai Selatan,  salah satu penerima bantuan bedah rumah warga menyebutkan, di dusunnya ada 20 rumah warga yang dibedah.

“Saat ini sedang dikerjakan kelompok swadaya masyarakat, bahan bangunan pabrikan seperti semen, seng, paku dan lainnya  dari suplayer  yang ditunjuk Dinas PUPR, dan bahan kayu, pasir kerikil dan batu disediakan oleh penerima bantuan, sementara  pendamping pekerjaan ada  fasilitator lapangan katanya.

Menurut Ilau, sebagian rumah sudah selesai dan diperkirakan bisa rampung September nanti. “Semua bahan pabrikan sudah tersedia, warga juga sedang bekerja,” katanya, 6 Agustus.

Sementara, suplayer material bangunan, Barmen Siahaan mengatakan, jumlah rumah yang dibangun 140 unit dengan anggaran Rp15 juta per  unit. Rumah bantuan yang dibedah tersebar di enam dusun yakni Dusun Berkat Lama 30 unit, Seay Lama 30 unit, Bakkat Monga 20 unit, Tubeket 20 unit, Makalo 20 unit dan Dusun Bere 20 unit. "Material pabrikan seng, semen paku dan lainnya diantar ke setiap dusun sementara bahan  kayu, pasir, kerikil dan batu disediakan oleh penerima bantuan anggaran," ujarnya.

Sementara Riduan Siritoitet, Kepala Dusun Makukuet Desa Matobe Kecamatan Sikakap menyebutkan, Maret yang lalu pendataan rumah sudah dilakukan oleh kepala dusun  bersama kepala desa Matobe dan stafnya, data tersebut dikirim ke Pemerintah Daerah Mentawai. "Rumah warga di Dusun Makukuet  semua di data jumlahnya 34 rumah, diantaranya ada sekira 20 rumah yang perlu dibedah dan ada juga di dusun lainnya," katanya.

Warga sedang menunggu bantuan bedah rumah tersebut, seperti yang sekarang ini sudah berjalan di Berkat Lama dan dusun lainnya. "Berharap kepada Dinas PUPR Mentawai untuk meninjau kembali ke lapangan apakah  beberapa  rumah warga  di Dusun Makukuet dan di dusun lainnya layak menerima bantuan atau tidak sebab warga sedang menunggu bantuan tersebut " ujarnya.

BACA JUGA