Sampah di Muara Siberut Makin Parah

Sampah di Muara Siberut Makin Parah Sampah yang berserakan di sepanjang pantai Muara Siberut (Foto : Hendrik/MentawaiKita.com)

MUARA SIBERUT--Nelayan yang tinggal di pesisir pantai Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai makin tak nyaman sebab di sepanjang pantai yang dipenuhi tumpukan sampah yang makin hari makin parah.

Darman, salah seorang nelayan di Muara Siberut mengatakan, persoalan sampah di Muara Siberut sudah lama menjadi masalah namun hingga saat ini tidak ada tindakan penanganan yang dilakukan. Bau dan lalat yang berasal dari sampah membuat lingkungan rumahnya tidak nyaman.

Sampah itu berasal dari rumah-rumah warga yang dibuang sembarangan.

“Sampah di Muara Siberut dikatakan sudah mulai parah, hampir semua pesisir pantai di Muara Siberut sudah ditumpuki sampah-sampah masyarakat, dan juga masyarakat tidak membuang namun dibakar di salah satu tempat dekat pantai," katanya kepada MentawaiKita.com, Selasa (23/7/2019).

Terkadang, kata Darman, saat menjaring di sekitar pintu muara sungai Muara Siberut terganggu sampah yang hanyut. Banyak sampah yang tersangkut di jaring sehingga harus dibuka.

Camat Siberut Selatan, Hijon yang dikonfirmasi masalah itu mengatakan, penanganan sampah menjadi persoalan utama dihadapi pemerintah karena Tempat Pembuangan Sampah (TPA) belum ada. Untuk membuat TPA minimal harus tersedia tanah seluas setengah hektar dengan persyaratan jauh dari lingkungan masyarakat, jauh dari sungai supaya tidak mengganggu.

"Tanah dulu sudah kita cari dan dihibahkan di daerah Majobulu agak ke dalam namun itu terlalu jauh  makanya tidak jadi, menurut saya yang cocok lokasinya di daerah jalan menuju Saliguma karena ada bukit, dan daerah Malupetpet namun jalan belum ada makanya belum jadi," kata Hijon pada hari yang sama.

Selain di Muara Siberut, kata  Hijon, di daerah lain juga belum ada TPA. Jika tahun ini belum ada tanah buat TPA maka kebijakan penanganan itu diserahkan ke desa agar disediakan anggaran khusus dari desa menangani sampah.

“Jika nanti lokasinya sudah ada tersedia kita akan suruh lingkungan hidup survei lokasinya supaya mereka check dulu seperti apa nanti bentuknya yang dilakukan, sejauh ini belum ada penanganan yang dilakukan oleh pemerintah desa karena anggarannya di desa tidak ada," katanya. 


BACA JUGA