Hasil Tangkapan Nelayan Saibi Kurang Akibat Musim Badai

Hasil Tangkapan Nelayan Saibi Kurang Akibat Musim Badai Seorang warga Saibii menjual ikan (Foto : Rinto/MentawaiKita.com)

SAIBISAMUKOP—Hasil tangkapan nelayan Desa Saibi, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai berkurang akibat angin kencang dan badai yang terjadi di perairan Mentawai.

“Sudah masuk 2 minggu parahnya kondisi laut ini,hanya kami melaut punya perhitungan juga dan hati-hati walau hasilnya sedikit bahkan tidak dapat ikan sama sekali," ujar Muhammad Iqbal Salabi(40), nelayan Saibi Samukop saat pulang melaut pada MentawaiKita.com, Sabtu (20/7/2019).

Meski badai, Muhammad Iqbal tetap melaut, biasanya ia mengamati kondisi cuaca, saat badai mereda ia pun berangkat menjaring ikan.

Muhammad Iqbal menyebutkan, tinggi gelombang mencapai 1-1,5 meter disertai angin kencang yang tidak beraturan mulai pagi hingga malam.

Biasanya Iqbal melaut dengan menggunakan mesin 15 pk, ia menangkap ikan dengan jaring di seputar pintu muara Saibi dan Pulau Panjang. Hasil yang didapat hanya sampai 5 hingga 10 kantong plastik dengan harga Rp10 ribu per kantong.

“Kita melaut dari pagi dan sebentar pulang hingga pergi lagi sore hasilnya hanya untuk tutupi beli minyak bensin saja," ucapnya.

Ia menyebutkan, saat cuaca bagus hasil penjualan bersih dari ikan yang ditangkapnya mencapai Rp400 ribu sehari.

“Kalau musim badai ini harga ikan per plastik tetap tidak kami naikkan, sama halnya juga isinya tetap tidak berpengaruh karena kasihan juga kita pembeli," tuturnya.

Alif Marjonas Sakerengan Leleggu (35), nelayan lainnya menyebutkan biasanya awal badai di Mentawai terjadi di bulan Juni hingga Agustus. Cuaca bagus dari bulan Januari sampai Mei, kemudian September hingga Desember.

“Sstok ikan ketika badai biasanya kita nelayan di sini hanya tergantung hasil yang didapat dan terjual hari ini, tapi harusnya stok ikan itu ada untuk antisipasi badai ini," ujarnya.

Alif Marjonas menggunakan perahu pong-pong ke laut dengan memakai alat tangkap jaring dan pancing. Hasil yang didapat jauh beda, saat cuaca bagus sampai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. 

“Saat badai ini ikannya dapat 2 ikat hasil pancing harga per ikat Rp20 ribu dan 1 kantong plastik hasil jaring dan kadang harus pulang kosong, tapi tidak kita sesali karena kondisi alam saja," ucapnya.

Jelita (38), seorang pembeli ikan mengaku harga ikan per plastik Rp10 ribu dan per ikat Rp20 ribu sudah sangat wajar yang diterapkan nelayan termasuk juga isi ikannya.

“Isi ikannya tetap tidak berubah, kita maunya ditambah sedikit ikannya di kantong plastik ini tapi di sisi lain kita tetap mengerti juga keadaan nelayan dengan kondisi cuaca yang tidak bagus," ujarnya saat pulang beli ikan. 


BACA JUGA