Ikut Kompetisi KBKM, Komunitas Sitasimattaoi Presentasikan Ekspedisi Tato Mentawai

Ikut Kompetisi KBKM Komunitas Sitasimattaoi Presentasikan Ekspedisi Tato Mentawai Anggota Komunitas Sitasamattaoi ikut kompetisi KBKM). (Foto: Dok Sitasimattaoi)

PADANG-Lima anggota Komunitas Sitasimattaoi Mentawai mengikuti kompestisi Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) di Candi Prambanan, Yogyakarta pada 21-25 Juli 2019.

Hernonimus Eko Pitalias Zebua, anggota Komunitas Sitasimattaoi yang akrab dipanggil Bang Nimus kepada Mentawaikita.com menuturkan ada empat kegiatan dalam acara yang diselenggarakan Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Purwarupa Aplikasi, Purwarupa Fisik, Akitivasi Kajian, Aktivasi Kegiatan.

“Untuk kita (Sitasimattaoi) ini mengikuti kegiatan bagian aktivasi kajian, dalam kegiatan ini akan kami presentasikan kajian yang akan kami lakukan, untuk bahan presentasi kami ini adalah “Ekspedisi Untuk Merevitalisasi Motif Titi (tato) Tradisional Mentawai”. Kalau ini lolos kami akan melakukan ekspedisi di Siberut Tengah,” kata Eko, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya masih banyak motif tato di Siberut Tengah mulai dari Tinambu, Saliguma, Sirisurak, Simoilaklak dan Saibi Samukop yang belum diteliti. “Waktu untuk ekspedisi ini ada 10 minggu, yang terbagi 7 minggu untuk ekspedisi lapangan dan 3 minggu untuk pengelolahan data,” ujarnya.

Sementara Joel Frianto Sikatsila menambahkan, materi yang mereka paparkan ini akan dipilih oleh panitia dari 133 kelompok (Kelompok Aktivasi Kajian itu ada 25 kelompok), satu kegiatan tersebut akan dipilih tiga kelompok. “Mudah-mudahan kelompok kita Sitasimattaoi lolos seleksi dari 25 kelompok,” katanya.

Eko menambahkan, mereka tidak menyangka proposal pada seleksi pertama itu lolos, dia hanya berharap seleksi terakhir ini mereka bisa lolos agar bisa mendokumentasikan motif tato Mentawai. “Di Indonesia ada tiga suku bangsa yang memiliki tradisi tato, Mentawai di Sumatera Barat, Dayak di Kalimantan dan Moi di Papua Barat,” katanya.

Target ke depan kalau proposal kegiatan merela lolos, hasil ekspedisi nanti ini akan dijadikan buku dan akan diluncurkan pada hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai serta berjuang bersama teman-teman untuk meloloskan peraturan daerah tentang tato Mentawai ini.

Empat orang anggota komunitas Simattaoi yang ikut tersebut adalah Heronimus Eko Pitalias Zebua (Universitas Bung Hatta), Joe Frianto Sikatsila (Stisip Imam Bonjol), Srikandi Putri (Universitas Negeri Padang) dan Sarno Cependi Samaileppet ( STMIK Indonesia) serta Afdhal Yusra Sakubou (Sitasaimattaoi).

BACA JUGA