SMAN 1 Pagai Selatan Berencana Tarik Iuran Komite Sekolah

SMAN 1 Pagai Selatan Berencana Tarik Iuran Komite Sekolah Siswa SMAN 1 Pagai Selatan merayakan kelulusan. (foto: dokumentasi Mentawaikita.com)

PAGAISELATAN—SMAN 1 Pagai Selatan berencana akan memungut iuran komite sekolah untuk siswa mulai tahun ajaran 2019/2020 ini sebesar Rp20 ribu per bulan tiap siswa. Rencana itu akan dirapatkan dengan orang tua siswa dan jika disetujui maka akan diberlakukan, jelas Kepala SMAN 1 Pagai Selatan Aziz Prima Syahrial kepada Menatwaikita.com, 12 Juli lalu.

“Sesuai dengan hasil rapat pihak sekolah dengan komite sekolah di tahun ajaran 2019/2020 ada kesepakatan siswa akan di pungut biaya Rp20 ribu per siswa setiap bulan,” katanya.

Menurut Aziz, sejak beroperasi pada 2015, SMAN 1 Pagai Selatan tidak pernah memungut biaya sekolah baik itu berupa SPP atau biaya pembangunan. Untuk operasional pihak sekolah hanya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimana setiap siswa yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menerima bantuan dari Pemerintah sebesar Rp1,4 juta per siswa per tahun.

"Karena tidak ada dana lain biasanya sebelum dana BOS cair pihak sekolah terpaksa mencari rekanan tempat membeli keperluan sekolah seperti spidol dan kebutuhan sekolah lainnya, setelah dana BOS cair barulah dibayarkan, harapan pihak sekolah sekarang supaya pembangunan di SMAN 1 Pagai Selatan cepat terlaksana dibutuhkan sekali partisipasi orang tua dan wali murid ikut serta dalam pembangunan tersebut dan usulan komite soal iuran Rp20 ribu tiap siwa setiap bulan itu hendaknya dapat disetujui oleh orang tua dan wali murid," katanya.

Partisipasi orang tua atau wali murid sangat dibutuhkan sekolah karena jika hanya mengharapkan dana dari pemerintah pembangunan yang akan dilaksanakan di SMAN 1Pagai Selatan akan lambat terwujud, jelas Aziz.

“Karena tidak pernah memungut uang komite, untuk membangun wc saja sekarang SMAN 1 Pagai Selatan kesulitan," kata Aziz.

Dia menyebutkan, sejak berdiri sampai sekarang SMAN 1 Pagai Selatan baru memiliki lima ruang kelas, sementara lokal yang dibutuhkan sekarang agar siswa bisa belajar efektif paling tidak 8 lokal, kekurangan ruang belajar sekarang ini diatasi dengan cara menggunakan ruang yang ada seperti menggunakan laboratorium komputer.

“Kegunaan dana itu adalah untuk membantu kebutuhan sekolah dalam hal mempercepat pembangunan di sekolah, seperti membuat wc, lapangan parkir kendaraan, rehap bangunan sekolah yang rusak, rehap dan pengadaan mebeler sekolah. 

BACA JUGA