Warga Matobe Panen Durian

Warga Matobe Panen Durian Warga Matobe menjual durian hasil kebunnya (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

MATOBE—Warga Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai panen durian bulan ini (Juli). Namun jumlah durian yang dipanen pada tahun ini tidak sebanyak musim panen pada tahun lalu.

Merna (60), warga Matobe pemilik kebun durian menyebutkan, musim durian kali ini tidak merata, hanya beberapa petani saja yang duriannya berbuah. Selain itu tak semua batang durian yang berbuah. Durian Merna sendiri hanya 5 batang yang berbuah dari 10 batang yang ada.

Buah yang sedikit menyebabkan harga jual di Sikakap terbilang mahal, untuk ukuran besar dijual Rp10 ribu per buah sementara ukuran kecil Rp5 ribu per buah.

“Pada saat musim buah  banyak harganya per buah yang besar Rp 4-5 ribu, dan yang kecilnya 4-5 buah Rp10 ribu, tahun ini durian tidak terlalu banyak di Desa Matobe dan paling akhir Juli ini habis,” kata Merna kepada MentawaiKita.com, Kamis (11/7/2019).

Kebun durian milik Merna hanya berjarak 1 Kilometer dari rumahnya, sehingga saat musim buah kali ini dirinya yang dibantu cucu-cucunya menunggu durian jatuh lalu dikumpulkan. Penjualannya pun tak sulit cukup diletakkan di depan teras rumah dan pembeli datang membeli.

Uang hasil penjualan durian, menurut Merna cukup membantu belanja rumah, saat panen awal Juli lalu hingga pertengahan bulan ini telah 200 buah durian yang dijualnya. Jumlah itu akan bertambah sebab buah yang ditunggu masih ada.

Ides (42),  salah satu pembeli durian dari Desa Sikakap mengatakan, tiap pagi ia menjemput durian di Matobe dan diangkut ke Sikakap dengan mobil pick up kadang dengan sepeda motor.

“Karena dekat di jalan trans Mentawai mobil dapat melintas, durian harganya masih cukup mahal karena tidak merata atau musim lebat yang besar Rp10 ribu dan yang kecilnya Rp5 ribu, durian yang saya beli kepada petani Matobe setiap pagi sekira 50-100 buah, durian tersebut saya jual lagi di Sikakap dengan harga Rp10-15 ribu per buahnya dan ada juga yang memesan untuk di kirim ke Padang dengan kapal,” katanya. 


BACA JUGA