Tahun Ajaran Baru Saat yang Berat Bagi Orang Tua

Tahun Ajaran Baru Saat yang Berat Bagi Orang Tua Warga Silakoinan Desa Muntei yang mengurus keperluan sekolah anaknya berkumpul di rumah persinggahan yang berada di Muara Siberut, Mentawai. (Foto: Hendrikus/Mentawikita.com)

MUARASIBERUT-Membeli kebutuhan sekolah anak menjadi saat yang cukup memberatkan bagi sebagian orang tua di Kepulauan Mentawai saat tahun pelajaran baru dimulai. Apalagi jika anak bersekolah jauh dari kampung halaman.

Hal itu diungkapkan Benediktus, warga Silakoinan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang harus mengeluarkan banyak uang karena dua anaknya masih sekolah, satu diantaranya bahkan akan masuk SMA di Muara Siberut, cukup jauh dari kampungnya.

“Ada dua anak saya yang daftar sekolah tahun ini dan banyak kebutuhan yang harus dibeli seperi seragam sekolah, buku, pena dan kebutuhan sekolah lainnya. Untuk beli buku saja 1 lusin ada yang Rp25 ribu, belum lagi seragam dan yang lainnya kalau rincian semuanya saya tidak tahu lagi, yang jelas Rp1 juta lebih biaya semuanya," kata Benekdiktus kepada Mentawaikita.com, Senin (8/7/2019).

Benekdiktus sudah tiga hari di Muara Siberut untuk menemani anaknya membeli kebutuhan dan biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak, padahal penghasilannya dari bertani tak banyak. Untung saja ada tabungan yang disimpannya dari dana Program Indonesia Pintar (PIP) anaknya.

"Untuk Kartu Indonesia Pintar (PIP) memang sudah ada, itulah yang ditabung untuk beli buku dan baju anak-anak, namun uang itu belum cukup, harus ada juga dari orang tua, memang itu sudah tanggung jawab orang tua mencari biaya anak-anak sekolah bagaimanapun caranya," katanya pada Mentawaikita.com.

Rafael dari Salappak Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan juga mengaku membeli kebutuhan sekolah anak cukup memberatkannya. "Walaupun sekolah sudah gratis namun biaya anak anak tetap ada, apa lagi di SMA pembayaran uang sekolah tetap ada, satu bulan saja harus mengeluarkan uang Rp40 ribu," katanya.

Untung saja Rafael mendapat Program Keluarga Harapan (PKH)  sehingga uang jaring pengaman untuk keluarga kurang mampu itu bisa membantu membayarkan kebutuhan sekolah meskipun jumlahnya tak cukup menutup semuanya.

Sementara Torisanna, seorang siswa yang telah membeli berbagai kebutuhan sekolah mengaku orang tuanya juga telah mengeluarkan banyak uang.

"Sebenarnya masuk sekolah minggu depan namun saya harus beli cepat persiapan sekolah, takut habis dan mahal dan setelah selesai semuanya saya sudah santai dan semuanya telah disiapkan tinggal mengikuti proses belajar di sekolah," katanya.

 

BACA JUGA