Budaya Mentawai Warnai Lomba HUT RI di Siberut Tengah

Budaya Mentawai Warnai Lomba HUT RI di Siberut Tengah Pembentukan panitia kegiatan HUT RI ke-74 di Siberut Tengah. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP-Penyambutan perayaan Hut Ri ke 74, warga Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai membentuk panitia kegiatan perlombaan di Balai Kantor Desa Saibi Samukop, Senin (8/7/2019).  

Pembentukan panitia kegiatan tersebut difasilitasi pemerintah kecamatan dengan kepengurusan Ketua, Reynol Siritoitet, Sekretaris Perdianto dan Bendahara Mananto.

Kegiatannya yang diperlombaakan untuk budaya Mentawai, turuk laggai, panahan dan kuliner Mentawai, sementara untuk olahraga dari sepak bola, bola voly, badminton dan berbagai cabang olahraga lainnya. 

Camat Siberut Tengah Jasti Onarelius Saguruk mengatakan kegiatan perlombaan ini sambut HUT RI Ke 74 bertujuan untuk ajang menyatukan warga Siberut Tengah yang ada di tiga desa dari segala perbedaan.

Selain lomba olahraga, lomba budaya Mentawai seperti turuk laggai, panahan dan kuliner serta lainnya agar memunculkan bakat generasi untuk mengenal kegiatan budaya yang makin punah. “Seperti turuk laggai, seingat saya pernah diperlombakan di Perayaan HUT RI disini tahun 2009 dan sudah itu tidak dimunculkan lagi dan hari ini kita lombakan lagi agar nanti siapa pemenangnya bisa jadi wakil kita di ajang Festival Pesona Mentawai tahun depan," ujarnya pada Mentawaikita.com.

Anggaran kegiatan perlombaan, dijelaskan Jasti sudah disiapkan dari ADD masing-masing desa tahun ini, pagu dananya Saibi Samukop sekira Rp25 juta, Cimpungan Sekira Rp15 juta dan Saliguma sekira Rp70 juta. “Dana ini itu yang kita sepakati bersama semua ini diperuntukan kegiatan perlombaan di masyarakat dan kalau lomba ada unsur budaya kita upayakan dengan melihat kecukupannya untuk memunculkan aneka budaya lainnya yang diperlombakan," ucapnya.

Ketua Panitia Reynol Siritoitet menambahkan, perlombaan turuk laggai, panahan dan kuliner serta lainnya sangat menarik untuk dimunculkan termasuk juga lomba budaya lainnya. “Tapi semua terlaksana tentu tergantung kesiapan dana kita yang ada," ujarnya.

Panitia seksi perlombaan budaya Arsenius Sakailoat menyebutkan perlombaan salah satunya turuk laggai dari usia SD dan SMP, kategori penilaian dari irama, pakaian dan kebersamaan dalam membawakan turuk. “Setiap desa itu berbeda cara turuknya meski turuk yang dilakukan sama, jadi ini perayaan kita secara nasional yang mesti harus kita nikmati yang memunculkan lomba yang punya unsur budaya yang telah terlupakan,"ucapnya.

Selain juga turuk, serta panahan yangsudah biasa diperlombakan, jelas Arsenius,  manai ogok (hiasan tradisional) dan masakan khas dulu juga yang belum pernah diadakan di setiap perlombaan di Siberut Tengah. “Manai ogok itu tidak banyak yang tahu lagi, jadi ini harus diperlombakan agar kita mengenal kembali dan masakan khas disini itu soal masakan khas jaman dulu, mudah-mudahan terlaksana dan dana mencukupi," tuturnya.

Pelombaan ini direncanakan dibuka akhir Juli yang akan berakhir 17 Agustus tepat dihari HUT, RI yang ke 74.

BACA JUGA