Sekda Kepulauan Mentawai Resmi Tutup FPM 2019 Ke IV, Ini Pesannya

Sekda Kepulauan Mentawai Resmi Tutup FPM 2019 Ke IV Ini Pesannya Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan saat penutupan Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT--Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan resmi menutup kegiatan Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 di Pantai Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara Kepulauan Mentawai, Senin (1/7/2019).

“Kami menyampaikan kembali kepada kita, jangan melupakan budaya kita Mentawai,” kata Martinus.

Ia juga menyampaikan FPM yang diselenggarakan ini merupakan milik masyarakat, bukan milik Pemerintah Daerah (Pemda), menurutnya kegiatan yang dibuka untuk masyarakat akan memberi kesan tersendiri dalam menjalin hubungan antara masyarakat dan Pemeda.

“Ada beberapa catatan selama pelaksanaan FPM kali ini, ketika kami datang ke lokasi pembelanjaan yang ada di stan, masyarakat mendapat keuntungan dalam penjualan mereka, satu hari omsetnya mencapai Rp1 juta sampai Rp5 juta. Artinya dengan kegiatan ini ada dampak ekonominya bagi masyarakat kita, ini mesti kita pertahankan, kita juga kedepannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Martinus menyebutkan kegiatan FPM merupakan cara memperkenalkan budaya Mentawai keluar, meski banyak orang beranggapan Mentawai jauh dari Provinsi Sumbar dan terpencil, sepi dan ombak besar.

“Mentawai sekarang sudah jauh dari anggapan orang-orang, sudah jauh perubahannya, perkembangannya, pembangunan sudah kita rasakan, seperti trans Mentawai, objek-objek wisata, wisata desa, sudah mulai kita kembangkan, sudah mulai kita bangun karena kita punya potensi yang sangat besar kita miliki dan tidak dimiliki orang lain,” ujar Martinus.

Menurutnya kekayaan ini mesti dipertahankan, tanpa kerja sama dari berbagai pihak baik masyarakat, pemerintah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pemuka agama, jika tidak kerja sama maka pihak Pemda Mentawai tidak bisa berkembang.

Martinus berharap kepada dinas terkait setelah kegiatan FPM ke-IV 2019, jangan sampai gantung begitu saja. Ia mengatakan gedung wisata yang sudah dibangun di Pantai Mapaddegat bisa digunakan siapa saja, baik penyelenggaraan acara-acara, ataupun acara lainnya, boleh dilaksanakan di Mapaddegat.

“Semua kegiatan yang diselenggarakan di Mentawai terutama di Tuapeijat, kita akan pusatkan di sini (Mapaddegat), ini bagian dari promosi daerah wisata kita, supaya daerah-daerah lain mengenal dan lebih tahu Mentawai,” katanya.

Melihat potensi di Kawasan Wisata Mapaddegat, bahkan Pemda Mentawai akan berencana membangun taman atau tempat bermain anak-anak. “Kita juga berencana akan membangun tempat bermain anak-anak di dekat sini, karena kita belum ada tempat bermain anak-anak,” ungkapnya.



 

BACA JUGA