Batra, Ulat Sagu Bakar yang Laris Manis di Festival Pesona Mentawai

Batra Ulat Sagu Bakar yang Laris Manis di Festival Pesona Mentawai Penjual batra, sate ulat sagu di stan Siberut Selatan. Sate batra ini laris dibeli pengunjung. (Foto: Rus Akbar/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Kerumunan pengunjung Festival Pesona Mentawai memadati stan asal Desa Muntei, Siberut Selatan, Sabtu (29/6/2019). Mereka berebut membeli batra, ulat sagu yang dibakar menjadi sate. Ulat sagu merupakan makanan khas yang biasa dimakan di Mentawai, diolah dengan dibakar, digoreng ataupun dimakan mentah.

“Kemarin kami bawa 30 tekong (kaleng susu kental manis) namun mati sebagian dalam perjalanan dengan kapal, tapi semuanya pada hari itu juga sudah habis semuanya,” kata Olinda Samekmek, warga Muntei yang menjadi penaga stan pada Mentawaikita.com, Sabtu (29/6/2019).

Batra itu hanya diolah sederhana saja kemudian ditusuk lidi seperti sate, satu tangkai sate batra isinya 12 ekor yang dijual Rp10 ribu. “Kemarin siang kita pajang di meja stan, dua jam ludes semuanya,” tambah Olinda.

Selain batra, tim dari Siberut Selatan ini juga membawa lokal sungai (koddiai) yang dibuat sate, namun koddiai tersebut masih kurang peminat, termasuk ikan salai (tinimbok) yang sudah direbus itu, juga diminati apalagi dimakan bersama dengan kapurut (tepung sagu dibungkus daun dan dibakar), rasanya sangat gurih.

Tim Siberut Selatan juga membawa keripik singkong, pisang dan kue bawang yang diolah dari bahan lokal. “Hasil omzet kemarin itu ada sekira Rp1 juta lebih,” kata Olinda.

Sementara Anna, salah satu pembeli batra mengatakan, sejak tinggal di Tuapeijat dia sudah jarang makan kuliner tradisonal Mentawai. “Kita di Tuapeijat ini jarang mencicipi makanan tradisonal Mentawai, jadi kita ingin merasakan, saya sudah merantau lama di sini jadi PNS, kalau di Tuapeijat ini jarang kita dapatkan makanan seperti,” kata Anna yang ikut membeli sate ulat sagu.

Kuliner khas Mentawai dari pengamatan Mentawaikita.com tergolong minim dijual di arena Festival Psona Mentawai, dari banyak stan, hanya tiga yang menjual kuliner khas Mentawai, dua dari Sipora, satu dari Siberut Selatan.

BACA JUGA