Anggaran Minim, Pegawai Gotong Royong Sukseskan Festival Pesona Mentawai

Anggaran Minim Pegawai Gotong Royong Sukseskan Festival Pesona Mentawai Salah satu stan yang didirikan pada Festival Pesona Mentawai 2019 (Foto : Rus/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT—Pegawai  di Kabupaten Kepulauan Mentawai terpaksa bergotong royong untuk menyukseskan pelaksanaan Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 sebab anggaran yang tersedia minim. Tahun ini alokasi  APBD Mentawai untuk kegiatan festival hanya Rp800 juta, jumlah itu tergolong kurang dari yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Memang kegiatan kita jauh dari ketercukupan, APBD kita tahun ini defisit, dari Rp1,4 miliar yang kita usulkan yang disetujui hanya Rp800 juta, kemudian untuk menutupinya kita mencari sponsor seperti bank dan pelaku pariwisata. Sudah satu minggu bekerja disini dana sudah tidak tercover lagi seperti anggaran makan minum maka untuk itu kita pakai dana dari sponsor,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai, Joni Anwar kepada MentawaiKita.com, Kamis (27/6/2019)

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet membenarkan anggaran festival ini sangat minim disebabkan oleh defisit kekurangan tersebut ditutupi dengan gotong royong. 

“Kekurangan kita itu ditutupi dengan gotong royong, saya pada kesempatan ini mau menyampaikan terimakasih kepada sponsor para pendukung kita yaitu kepada pengusaha pariwisata kemudian para perbankan kemudian usaha lain yang membantu kita. Karena anggaran dari APBD yang dianggarkan minim maka kita cari inisiatif partisipasi dari orang lain,” ujarnya.

Sementara itu kata Yudas, untuk persiapan FPM sampai hari ini sudah 95 persen selesai, tinggal beberapa finishing saja seperti stan masih banyak yang membenahi tapi malam ini diusahakan selesai. 

“Saat ini  pemerintah memfasilitasi masyarakat dengan target pengunjung 30 ribu orang baik itu pengunjung, pemerhati dan pendengar. Kita juga sudah kirim undangan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera serta dari kementerian serta provinsi termasuk penggiat pariwisata,” tutupnya. 


BACA JUGA