Menggali Identitas Budaya Mentawai Melalui Festival Pesona Mentawai

Menggali Identitas Budaya Mentawai Melalui Festival Pesona Mentawai Sejumlah orang tengah menyiapkan stand pameran untuk Festival Pesona Mentawai 2019 di pantai Mapaddegat, Sipora Utara, Mentawai. (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat Kortanius Sabeleake menilai momen Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 adalah momen untuk lebih menggali identitas budaya Mentawai.

Momen tersebut merupakan kesempatan untuk berinovasi sehingga Mentawai yang dikenal tidak selalu identik sikerei (ahli pengobatan tradisional) tapi adalah ajang untuk menampilkan inovasi pada bidang kuliner, budaya sehingga menghasilkan pendapatan untuk masyarakat.

"Orang  Mentawai sendiri lebih menggali identitasnya sendiri untuk dapat ditampilkan pada pesona Mentawai berikutnya, dengan momen ini ada inovasi baru muncul, ini juga tempat menampilkan budaya Mentawai, kuliner, ini juga ajang bisnis, masyarakat juga dapat memanfaatkan peluang seperti akomodasi penginapan, transportasi seperti ojek, memasarkan hasil pertanian," kata Korta saat meninjau persiapan festival di Kawasan Wisata Mapaddegat, Sipora Utara pada Rabu, (26/6/2019).

Korta tidak sependapat bahwa Mentawai daerah yang berada di zona yang rawan bencana sehingga tidak aman untuk berwisata.

"Mentawai itu aman, banyak orang katakan Mentawai itu isu gempa, tidak ada pengaruhnya, tempat kita aman, di destinasi wisata ada akses evakuasi yang kita siapkan, bisa dilihat kapal-kapal peselancar berdatangan ke Mentawai, hanya kita yang cemas gempa dan tsunami, kita berharap isu rawan bencana tidak mengganggu aktivitas membangun Mentawai, toh juga kita akan mati kalau itu yang dipikirkan, jadi kalau itu yang dipikirkan kita tidak bisa bekerja," kata Korta.

BACA JUGA