Warga Huntap Sabeuguggung Kesulitan Air Bersih, Jaringan PAM Tak Berfungsi

Warga Huntap Sabeuguggung Kesulitan Air Bersih Jaringan PAM Tak Berfungsi Pemukiman warga Sabeuguggung km 14 Desa Betumonga Kecamatan Pagai Utara, Mentawai

SABEUGUGGUNG-Warga Sabeuguggung Kilometer 14 Pagai Utara Desa Betumonga  Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak bencana alam gempa tsunami Oktober 2010 yang lalu dan direlokasi  menempati hunian tetap yang dibangun pemerintah  2014 hingga sekarang warga masih sulit mengangkut air bersih.

Dernawati Sabelau (32), salah satu ibu rumah tangga warga Sabeuguggung menyampaikan keluhan jika tidak turun hujan hampir setiap hari dia  harus mengangkut air bersih untuk kebutuhan rumah tangga bersama anaknya yang masih kelas 3 SD. Air diangkut dari lembah yang jarak dari rumahnya sekira 300 meter, jika pada saat turun hujan ditampung dengan drum dengan keperluan 2-3 hari untuk air minum, mencuci dan mandi. "Kalau tidak ada hujan terpaksa turun ke lembah angkut air, kondisi sama juga dialami 54 kepala keluarga lainnya, semua kesulitan mendapatkan air bersih" katanya kepada Mentawaikita.com, Minggu (23/06/2019).

Di sumber mata air itu, menurut Dernawati, warga tidak boleh mencuci atau mandi, hanya boleh mengambil air saja untuk dibawa ke rumah. "Syukurlah di waktu kemarau pada April-Mei yang lalu mata air tersebut tidak habis, hanya berkurang saja ,dan  masih dapat dipakai oleh warga," ujarnya.

Menurut Tolopan Sakerebau (54), warga setempat, Pemerintah Daerah Mentawai sudah membangun jaringan air minum (PAM). “PAM dibangun disambung   pipanya ke tiga dusun Sabeuggung Km 14, Baru-Baru Km 10 dan ke Dusun Muntei pada 2015 yang lalu, sistem pompa air dari sungai dan di tengah perbukitan ada tower air, pada saat kontraktor bekerja ada empat kali air tersebut mengalir di titik kran di depan rumah dari Sabeuguggung  hingga ke Muntei , setelah kontraktor berangkat hari itu juga hingga sekarang tidak mengalir lagi, informasi ada kebocoran di pipa penyedotan, kalau mesin pompa bersama gudangnya masih ada juga pipanya. Hal ini kami tidak tahu apa sebabnya air tidak mengalir, kami berharap Pemda Mentawai dan dinas terkait meninjau kembali pembangunan air PAM tersebut karena tiga dusun di huntap sangat  butuh air bantuan dari pemerintah "ujarnya.


BACA JUGA