Warga Saumanganya Minta Dua Kontraktor Bayar Utang

Warga Saumanganya Minta Dua Kontraktor Bayar Utang Pembangunan rumah dinas para medis dokter gigi dan dokter umum di Desa Saumanganya. (Foto: ist)

PAGAI UTARA-Warga Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai meminta dua kontraktor membayar utang material dan upah kepada warga. Permintaan itu disampaikan melalui surat yang ditembuskan ke media Mentawaikita.com/Puailiggoubat, 8 Juni lalu. Utang tersebut terkait pembangunan  rumah dinas para medis dokter gigi dan dokter umum di Desa Saumanganya, dengan besar dana Rp2,24 miliar untuk CV Wina Datuk Surya dan CV. Karya Yes yang mendapat pekerjaan membangun rawat inap Puskesmas Saumanganya dengan besar dana Rp2,2 miliar. 

Menurut informasi yang dirangkum Mentawaikita.com, kedua CV ini masih memiliki utang kepada 98 warga seperti utang beli pasir, kayu, upah dan lainnya dan warga tersebut menuntut pimpinan perusahaan tersebut untuk membayar secepatnya. Total uang yang belum dibayar sesuai hasil perhitungan ada sekira Rp763.392.000.

“Sesuai dengan informasi dana sudah cair tapi utang kepada masyarakat dan suplayer belum juga dibayar kepada masyarakat, ada sekitar Rp763.392.000, sesuai dengan keputusan hasil rapat Sabtu (8/6) maka diutuslah 7 orang perwakilan dari 98 orang yang menuntut haknya menemui Andi Datuk atau Wahyudi di Tuapeijat, sejak Senin (10/6) kami tujuh  orang sudah berada di Tuapeijat," kata Herry Goenamaltha Tasirileleu, Kamis (20/6/2019).

Herry menyebutkan, setelah sampai di Tuapeijat, mereka langsung mencari Direktur CV Wina Datuk Surya Wandi Surjana Putra atau Andi Datuk tapi tidak ditemukan, Andi Datuk baru bertemu sekitar Senin (17/6) di rumahnya, dan waktu pertemuan tersebut Andi Datuk berjanji akan membayar utang  materialnya kepada masyarakat secepatnya tapi sampai sekarang ini belum juga dibayarnya. “Sementara informasi yang kami dapat dana dua kegiatan Dinas Kesehatan di Desa Saumanganya itu sudah cair tiga hari sebelum lebaran,” katanya.

Herry menambahkan, rincian utang dua CV itu ke masyarakat berupa beli material pasir Rp48 juta, upah pekerja Rp50 juta, beli kayu Rp42.824.000, upah land clearing lokasi dengan  alat berat Rp69 juta, meterial pabrikan dan ransum Rp554.392.000.

"Sebenarnya sekitar 98 warga pekerja yang akan datang ke Tuapeijat untuk menemui Andi Datuk dan Wahyudi (pimpinan CV Karya Yes) tapi sesuai dengan kesepakatan maka diutuslah 7 orang saja, sampai sekarang kami masih berada di Tuapejat untuk menunggu pencairan uang dari Andi Datuk atau Wahyudi, sama Wahyudi kami juga sudah ketemu sekitar Rabu (19/6) dari keterangan Wahyudi dana masih ada di rekening CV Karya Yes karena belum ada perintah membayarkan dari Andi Datuk, Wahyudi tidak berani untuk membayar utang kepada warga Desa  Saumanganya," katanya.

Barmen Siahaan, pedagang material di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap mengatakan, utang Andi Datuk ada kepadanya ada sekitar Rp100 juta lebih, utang semen, besi dan triplek. “Sekarang ini saya lagi masih berada di Tuapeijat untuk minta uang tersebut, sesuai dengan informasi dari konsultan, tiga hari sebelum lebaran dana itu sudah cair, hari ini Kamis (20/6) Andi Datuk berjanji akan membayarnya, pagi tadi ditelpon Andi Datuk lagi mengurusnya dan berjanji  kalau dana sudah cair akan menelpon ulang untuk membayar utangnya,” katanya.

Sementara Hendra Tamar, pedagang sembako di Desa Sikakap mengatakan, utang Andi Datuk untuk pengambilan ransum kepadanya ada sekitar Rp60 juta lebih sampai sekarang belum dibayarnya. “Sudah beberapa kali ditelepon, Andi Datuk hanya berjanji saja untuk membayar tapi sampai sekarang belum juga dibayarnya,” katanya.

Menanggapi persoalan belum dibayarkannya uang kepada pekerja bangunan rumah dinas  para medis dan dokter serta rawat inap Puskesmas Saumanganyak oleh pihak kontraktor,  Wandi Surjana Putra atau Andi Datuk pemilik CV. Wina Datuk Surya, salah satu pemenang tender mengklarifikasi kepada rekannya di lapangan selaku tenaga pelaksana terkat pembayaran pengadaan material kepada masyarakat.

Karena sebelumnya dari pengakuan  Andi Datuk, untuk kalancaran pembiayaan dan pengadaan material di lapangan pihaknya telah membantu memberikan uang sekitar Rp150 juta kepada Herry Goenamaltha Tasirileleu selaku pelaksana di lapangan untuk kelancaran pembangunan rumah dinas tersebut.

“Saya kasih uang kepada Heri  untuk membantu modal untuk pembiayaan di lapangan, ada sekitar Rp100 juta lebih tentu ini diverifikasi lagi di lapangan kemana saja uang itu, dana itu saya bantu ke Herry Goenamaltha Tasirileleu untuk membayar kegiatan atau aktivitas di sana, ternyata sekarang tidak ada kegiatan yang terbayar di sana,” katanya dikonfirmasi lewat telepon pada Kamis, (20/6/2019).

Data pembayaran seperti material kepada masyarakat kata Wandi juga tidak jelas yang dilaporkan oleh Heri Gunamalta. “Ada uang cash Rp150 juta saya kasih kepada dia (Herry) untuk biaya di sana seperti pembelian material, kalau material  yang dibayarkan ada data material dan data pembayaran material tidak jelas kemana uang itu digunakan, saya juga belum mendapatkan data yang valid berapa uang yang sudah  terpakai di sana perlu dibuat data, uang yang kemaren itu kemana saja digunakan,” kata Wandi.

“Sekarang ini, lanjut, saya menunggu data riil dari dia, kalau sudah data sudah ada baru kemudian saya turunkan anggota cek ke lapangan lagi untuk memastikan berapa yang sudah dibayar,  gunanya kita melacak dana yang sudah terpakai,” katanya. (Supri/Patris)

BACA JUGA