Shincy Photo Voice Ajarkan Anak Muda Siberut Menjadi Fotografer

Shincy Photo Voice Ajarkan Anak Muda Siberut Menjadi Fotografer Director Project Photo Voice Mentawai Culture, Steyn Hoogakker (kiri) memberikan penjelasan tentang cara mengambil foto (Foto : Hendrikus/MentawaiKita.com)

MUNTEI- Shincy Fhoto Voice  yang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Budaya Mentawai (YPBM) melatih anak-anak muda di Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi fotografer lewat worshop atau pelatihan fotografer kepada anak-anak sekolah dan pemuda Siberut Selatan bertempat di Sanggar Uma Jaraik Sikerei di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan pada Rabu, (19/6/2019).

Director  Project Photo  Voice Mentawai  Culture, Steyn  Hoogakker yang berasal dari Belanda mengatakan, acara ini ingin mengajarkan kepada anak-anak sekolah atau anak muda teknik mengambil foto atau video yang lebih bagus. 

“Memilih topik apa saja yang menarik sehingga anak sekolah atau anak mudah sekarang bisa mengambil foto apa yang ada di lingkugan baik itu soal budaya, kehidupan masyarakat Mentawai sehari hari dan mengirimkan kepada siapapun atau kepada yayasan sehingga budaya tetap akan ada walaupun saat ini dalam keadaan transisi,” katanya kepada Mentawaikita.com, Rabu (19/6/2019). 

Tujuan dari pelatihan ini untuk mengubah anak-anak sanggar dan Mentawai bisa berkembang, mengubah pola pikir semuanya sesuai dengan keadaan sekarang. Memberikan jalan yang baik untuk pembelajaran sejarah, melalui photo voice inilah membangkit budaya Mentawai,

Siswa, mengambil gambar, video itu siswa sendiri yang melakukan praktik di luar. Saya juga berharap kepada Yayasan Pendidikan Budaya Mentawai bisa memfasilitasi anak-anak sehingga ada kelanjutan ke depannya," katanya.

Sebagai pendatang dari luar Mentawai, kata Steyn  Hoogakker, Mentawai memiliki banyak elemen yang sangat menarik baik soal cerita lisan atau sastra lisan. “Saya sangat antusias dan perhatian soal tradisi dan ke depan akan hilang,  dan kita juga harus melihat ke belakang bagaimana soal cerita tentang Mentawai masa lalu dibangkitkan kembali," kata Steyn  Hoogakker.

Ketua Fransiskus Mendrofa mengatakan, peserta yang hadir ada dua sekolah yakni SMAN 1 Siberut Selatan dan SMAN 1 Siberut Tengah. Siswa diajarkan mengambil foto yang bagus dan bermakna sehingga sangat penting dalam pendokumentasian budaya Mentawai agar tidak bisa hilang ke depannya.

“Pelatihan ini akan ditindaklanjuti dan akan berkelanjutan dan nantinya akan diadakan jadwal khsusus kepada anak-anak untuk tindak lanjutnya,” kata Fransiskus Mendrofa.

Dari segi jadwal, Martison Siritoitet, bagian media YPBM mengatakan, pelatihan akan diadakan selam 4 hari  bertempat di Sanggar Uma Jaraik Sikerei di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan  yang dihadiri 12 siswa SMA dan umum. 

“Kami berharap ke depan akan ada kelanjutan dan anak-anak yang diajarkan ini tetap menjadi bimbingan yayasan agar menjadi fotografer yang bagus sehingga hasil fotonya bisa dipromosikan lewat YPBM,” katanya. 


BACA JUGA