Padi Ladang Warga Saibi Samukop Gagal Panen

Padi Ladang Warga Saibi Samukop Gagal Panen Seorang warga Saibi Samukop memperlihatkan padi ladang yang gagal panen (Foto : Rinto/MentawaiKita.com)

SAIBISAMUKOP-Pertumbuhan tanaman padi ladang warga Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak bagus yang mengakibatkan gagal panen tahun ini.

Bibit padi ladang warga yang tergabung dalam kelompok Tani Sawah Satu untuk Semua itu merupakan bantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) yang diberikan pada tahun ini sebanyak 1,25 ton untuk 250 anggota kelompok ditambang 2 tangki semprot dan 1 unit mesin pembajak sawah.

Bibit tersebut ditanami warga di ladang masing-masing yang berada rata-rata di lereng bukit dengan perkebunan cengkeh milik mereka.

"Kami semua di kelompok tidak ada satupun yang berhasil untuk panen padi ladang ini, ditanami dan tumbuh tidak bagus," kata Lukpin Jalismar Sakatsilak, Bendahara Kelompok Tani Sawah Satu untuk Semua kepada MentawaiKita.com, Selasa, 18 Juni.

Lukpin menyebutkan, penanaman bibit tersebut dimulai pada Maret setelah mendapatkan bibit. Namun setelah ditunggu beberapa bulan ternyata tidak menghasilkan, "memang tanaman padi awalnya tumbuh menghijau, tapi lama-lama semua batang dan daunnya menguning lalu mati," ujarnya.

Lukpin mengaku punya sawah ladang padi seluas setengah hektar dibiarkan begitu saja karena tidak membuahkan hasil. “Bahkan ada juga beberapa tanaman, sudah tampak gabah padinya tapi lama kelamaan semua menguning tanamannya dan mati, isi gabah padinya pun tidak ada, ini yang membuat kita tidak semangat bersawah," ujarnya.

Meski tak berhasil, lanjut Lukpin, mereka akan kembali turun mengolah lahan sawah lama dengan bibit padi yang biasa. “Kita tinggalkan sawah lama itu karena bibit kita yang ada hanya padi ladang, tentu tidak mungkin ditanami di sawah yang lunak, bibit padi biasapun tidak ada, jadi kami musyawarahkan dulu ini bersama semua  anggota kelompok, soal solusinya lagi, apalagi bibit kami tidak ada sama sekali," jelasnya.

Hendrikus Sageileppak (28), salah satu warga yang bertani padi ladang mengaku lahan padi ladangnya juga seluas setengah hektar, namun pertumbuhan padinya tidak bagus karena terserang penyakit.

"Saya kecewa sekali, sudah rugi kita tanami padi ladang ini yang tidak berguna," ujarnya.

Penyuluh Pertanian lapangan Saibi Samukop, Bayu Pranata membenarkan tidak berhasilnya warga bertani padi ladang. Sebelum warga melakukan penanaman padi ladang tersebut, kata Bayu, pihaknya sudah memberikan penyuluhan melalui pertemuan bersama anggota kelompok tentang teknis penanaman yang baik seperti jarak tanam dengan memperhatikan sistem jajar legowo dan perawatannya.

"Kita sudah sampaikan semuanya itu ke warga, jadi yang saya lihat kenapa tanaman padi ladang warga tidak bagus tumbuh dan punya penyakit karena kurang perawatan seperti sanitasi (pembersihkan) tidak dilakukan, disamakan kayak tanaman padi sawah," ujar Bayu.

Menurut Bayu, padi ladang yang ditumbuhi rumput dapat mengganggu perkembangan tanaman karena rumput bisa jadi sarang hama yang menimbulkan penyakit dan penyebab sirkulasi udara yang tidak bagus.

“Semuanya ini kita sampaikan ke warga, tapi setelah penanamannya lalu ditinggalkan, apalagi padi ladang ini bukan tanaman tahunan, hanya tanaman bulanan yang sensitif," ucapnya.

Namun untuk melanjutkan bersawah lagi, jelas Bayu, semua tergantung keseriusan pengurus kelompok dan anggota yang benar-benar komitmen tetap bersawah.

"Semua dimulai dari kelompok sawah dan fokus, kepengurusan juga mesti diperbaiki, kalau soal bibit kita selalu siap dampingi buatkan proposal untuk minta bibit sawah dari dinas," tuturnya.


BACA JUGA