Pekerjaan 20 Paket Program Infrastruktur Perdesaan Siberut Tengah Dimulai Bulan Depan

Pekerjaan 20 Paket Program Infrastruktur Perdesaan Siberut Tengah Dimulai Bulan Depan Warga Siberut Tengah mengikuti sosialisasi Pogram Infrastruktur Perdesaan yang digelar Kantor Kecamatan. (Foto: Rinto/Mentawaikita.com)

SAIBISAMUKOP-Sebanyak 20 Paket Program Infrastruktur Perdesaan (PIP) Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dikelola Pemerintah Kecamatan Siberut Tengah akan mulai direalisasikan Juli depan.

Anggaran pengerjaan 20 paket tersebut Rp1 miliar, sasaran pembangunannya berupa jalan rabat beton dari jembatan besar Saibi Samukop menuju Dusun Kaleak Sigirit Buggei.

"Iya, pelaksanaannya kita targetkan di bulan Juli, soal pastinya tergantung kesiapan lokasi badan jalan, kalau tidak ada kendala saya rasa cukup waktu pekerjaannya dan bulan Juli itu sudah pencairan tahap pertama, jika sudah lengkap semua dokumennya," ujar Camat Siberut Tengah Jasti Onarelius Saguruk pada Mentawaikita.com usai sosialisasi Peraturan Bupati No. 20 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Program PIP, Senin  (17/6/2019).

Dijelaskan Jasti, sebenarnya pelaksanaan pekerjaan jalan PIP harusnya sudah mulai Mei lalu namun karena banyaknya kesibukan dan agenda pemerintahan yang padat termasuk juga adanya pelaksanaan Ramadan hingga baru dapat diproses dengan pelaksanaannya Juli depan.

Proses pelaksanaannya nanti, menurut Jasti, akan dikerjakan kelompok masyarakat setempat (pokmas) dengan persyaratan SK pokmas dari pemerintah desa, struktur pokmas dan AD/RT dengan pendaftaran di Kantor Kecamatan dimulai 18 Juni hingga 5 Juli dan penetapan pokmas yang lolos pada 9 Juli.

"Kalau organisasi gereja, masjid atau kepemudaan belum bisa masuk sebagai pelaksana tahun ini, harus dari pokmas setempat, kita anjurkan pokmas punya SKT, jika tidak ada tidak terlalu diharuskan, dan jika banyak nanti pokmas yang mendaftar kita seleksi, lolos dan tidaknya tergantung kebijakan kita di kecamatan," ucap Jasti.

Panjang jalan dari 20 paket PIP tersebut belum diketahui Jasti secara pasti, tergantung RABnya namun besar pagu dana per paket  masing-masing Rp50 juta untuk lebar jalan 2 meter dan tebal 15 cm. "20 paket PIP ini memang belum tembus sampai ke Kaleak, tapi target kita panjang jalan sekira 3,5 km dapat terbangun tahun ini dan kita upayakan," ujarnya.

Pengawasan pekerjaan jalannya agar berkualitas akan dilakukan secara ketat oleh pemerintah kecamatan, kepala desa hingga dusun serta masyarakat."Tentu kita tidak mau seperti jalan P2D mandiri dulu, yang saya inginkan itu pokmas sebagai pelaksana pekerjaan bukan hanya kepentingan ketua saja tapi juga memberdayakan anggota kelompoknya agar menghasilkan jalan yang kuat dan berkualitas," tuturnya.

Sementara untuk mendukung program PIP, tahun lalu Pemerintah Desa Saibi Samukop bersama warga sudah membuka jalan baru dimulai dari jembatan besar menuju Kaleak sepanjang 3,5 km.

Kepala Desa Saibi Samukop Binsar Saririkka mengaku badan jalan akan disiapkan kembali untuk sasaran program PIP. "Badan jalan kita siapkan bersama warga agar tidak terkendala pembangunan jalan dari PIP ini," ujarnya.

Namun dijelaskan Binsar, 20 Paket PIP diperkirakan belum sampai di Kaleak, hanya sekira 2 km badan jalan yang akan terbeton, sisanya tinggal 1,5 km yang belum. "Kita pastikan tersambung tahun ini karena rencana pembagunan dari kita dana ADD maupun APBN tahun ini untuk jalan di Pangasaat, Simabolak dan Masoggunei dialihkan ke sana, tinggal koordinasi teknis mengubah RAB dan sasarannya dan kalau ada PIP di perubahan juga diarahkan jalan itu," tuturnya.

BACA JUGA