Sekolah di Siberut Tengah Abaikan Batas Usia Siswa Baru

Sekolah di Siberut Tengah Abaikan Batas Usia Siswa Baru Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1 Siberut Tengah (Foto : Rinto/MentawaiKita.com)

SAIBI SAMUKOP-Sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap menerima siswa baru yang batas usianya lebih tinggi dari usia normal masuk sekolah pada Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Panitia PPDB SDN 01 Saibi Samukop, Amin Restu Febryani mengatakan proses penerimaan peserta didik baru sudah dimulai sejak Senin 10 Juni dan berakhir Kamis 13 Juni 2019.

Jumlah siswa yang telah mendaftar hingga 13 Juni mencapai 28 siswa dan tidak dibatasi jumlah siswanya. Persyaratan yang perlu dilengkapi murid baru tersebut berupa Kartu Keluarga, Akta Lahir, Fotokopi Ijazah TK, pasfoto, minimal usia 6 tahun dan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan sekolah.

"Siswa usia di atas 6 tahun lebih bagus dan kami terima, dan bahkan siswa kita yang telah mendaftar ini ada kelahiran tahun 2010, kita tidak akan tolak itu karena ini demi kepentingan pendidikan yang akan dibutuhkan nantinya," kata Amin Restu Febryani saat ditemui MentawaiKita.com di sekolah, Kamis (13/6/2019).

Selain usia 6 tahun ke atas, kata Amin Restu, ada juga siswa baru yang mendaftar usia 6 tahun ke bawah. Untuk sementara murid tersebut tetap diterima namun masih berstatus siswa titipan di kelas 1 menunggu usia mencapai 6 tahun.

"Penerimaan siswa baru tahun ini lebih ketat lagi dari tahun sebelumnya, tahun ini harus sesuai usia 6 tahun, sebab dari usia itu yang diterima di Dapodik (Daftar Pokok Pendidikan), kurang enam tahun tidak diterima termasuk juga masih kurang beberapa hari usianya sampai 6 tahun, jadi yang belum genap usianya 6 tahun kita tetap terima masuk di kelas 1 titipan, berbeda tahun lalu, usia 6 tahun ke bawah langsung di kelas 1 SD," jelasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lanjut Amin mensyaratkan  jika ada murid baru yang belum mencapai umur 6 tahun tetap diterima di kelas 1 SD jika  memiliki kepandaian khusus yang dijelaskan dengan surat keterangan dari ahli psikologis. Jika tidak, kata dia, maka murid tersebut berstatus murid titipan di kelas 1.

"Tapi kalau kita di sini tidak ada tempat untuk tes anak yang punya kepandaian khusus itu, yang tentunya tidak bisa kita masukan di kelas 1 dan untuk penerimaan siswa di sekolah kita ini gratis dan tidak ada biaya apapun yang dibebankan  ke siswa sama halnya juga kami lakukan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Sementara di tingkat SMP, berdasarkan Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB pada pasal 8 salah satu persyaratannya berusia paling tinggi 15 tahun.

Namun Persyaratan usia tersebut tidak jadi acuan pada penerimaan peserta didik baru di SMPN 1 Siberut Tengah dan SMPN 2 Siberut Tengah.

Kepala SMPN 1 Siberut Tengah, Syaiful Sagaragara menyebutkan, pendaftaran siswa baru dibuka sejak Senin, 10 Juni dan berakhir Sabtu 15 Juni. Sekolahnya tidak melakukan pembatas usia siswa baru yang diterima dan juga jumlah. Selagi lokal mencukupi siswa tetap diterima.

Jumlah yang telah mendaftar pada hari pertama sudah mencapai 97 siswa dari 100 lebih yang akan diperkirakan mendaftar. Pesyaratan pendaftaran berupa Kartu  Keluarga, akta lahir, surat keterangan kelulusan, SKHU (menunggu Ijazah terbit) dan mengisi formulir pendaftaran.

"Syarat usia yang telah diatur lewat usia 15 tahun itu kita tetap terima, tidak jadi ukuran untuk sekolah kita, karena melihat kondisi siswa yang ingin sekolah, kalau ini diberlakukan mungkin tidak akan banyak siswa yang mendaftar, lebih banyak siswa yang usianya ke atas siswa dari Hulu dan Simatalu, sama halnya juga siswa usia di bawah 15 tahun tetap kita terima," ujarnya.

Selain itu, kata Syaiful, persyaratan pendaftaran siswa berupa kartu keluarga dan akta lahir diperlukan agar data siswa akurat hingga masuk pengisian ijazah kelas terakhir. “Pendaftaraannya gratis sama halnya tahun sebelumnya, tinggal isi formulir dan ukur berat badannya saja, sekali lagi tidak ada biaya apapun yang dibebankan ke siswa," ucapnya.

Selain SMPN 1 Siberut Tengah, PPDB usia ke atas juga diterima di SMPN 2 Siberut Tengah yang berada di Desa Saliguma. Plt, Kepala SMPN 2 Siberut Tengah, Syafrial Nurdin mengatakan sesuai edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, pembukaan penerimaan siswa baru dimulai 10-13 Juni.

“Tapi jika masih ada siswa yang mendaftar tetap akan kita terima," katanya.

Hingga saat ini siswa baru yang telah mendaftar sebanyak 35 siswa, "sebenarnya kita tidak batasi siswa yang mendaftar, mengingat ruangan kita hanya 6 lokal, di kelas 7 ini kita sudah siapkan 2 lokal, dalam batas aturan kementerian 1 rombel itu 32 siswa jadi maksimal sementara kita butuh 64 siswa saja dulu," ucapnya.

Namun untuk pendaftaran, kata Syafrial dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya apapun yang dibebankan ke siswa. "Untuk siswa yang mendaftar lewat usia sampai kini tidak ada, tapi seandainya ada kita akan fasilitasi juga dan tidak akan mungkin meninggalkan anak tanpa bersekolah," ujarnya. 


BACA JUGA