Bupati Mentawai Serahkan Medali kepada Peserta Pesparawi XII Pontianak

Bupati Mentawai Serahkan Medali kepada Peserta Pesparawi XII Pontianak Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan medali emas serta penghargaan kepada peserta Pesparawi XII nasional di Pontinaak Kalimatan Barat. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-- Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan medali kepada peserta lomba Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional XII, yang berlangsung 29 Juli sampai 4 Agustus 2018 di Pontianak Kalimantan Barat, Selasa (11/6/2019) di Aula Sekretariat Daerah Mentawai, Km 5, Sipora Utara.

Pada Pesparawi XII Pontianak, Mentawai masuk mewakili Sumatera Barat yang bergabung dengan peserta atau perwakilan dari Kota Padang, 10 kategori, 6 diantaranya dibawakan oleh perwakilan dari Mentawai, dan selebihnya dari Provinsi Sumatera Barat.

Medali yang diserahkan Yudas diantaranya, lomba paduan suara tingkat remaja meraih medali perak, paduan suara dewasa juga meraih medali perak, kategori paduan suara wanita merai medali perak, paduan suara bapak-bapak merai medali emas, kemudian etnik budaya merai medali emas, solo tingkat anak-anak merai medali emas, dan solo tigkat remaja putri merai medali emas.

Jangan pesimis, kalau orang lain bisa menjadi juara satu, kenapa kita tidak bisa. Talenta yang kita miliki itu perlu kita kembangkan, jangan di diamkan begitu saja. Yang menjadi acuan kita yaitu setelah ini, apa yang kita lakukan kedepan, apakah sampai disini saja, jangan puas dengan kondisi sekarang, kembangkan sumber daya yang ada dalam diri kita,” kata Yudas.

Ia menyebutkan, bahwa hasil yang diperoleh saat ini jangan berpuas diri, harus melihat ke depan, tidak hanya Pesparawi atau kegiatan Gerejawi Kristen saja tapi seluruh agama yang ada di Kepulauan Mentawai, selain itu kegiatan lainnya perlu diperhatikan.

“Kita disini (Mentawai) beragam, suku, budaya dan agama, itu perlu kita tunjukkan kebersamaan kita, kita tunjukkan Mentawai itu apa, beragam, meski di luar sana ada masalah atau hal-hal lain, tapi kita ingin di Mentawai itu satu dalam keberagaman,” ungkap Yudas.

Dia juga mengucap selamat kepada peserta yang telah bersusah payah untuk mengharumkan nama Sumatera Barat, terutama Mentawai di tingkat nasional di bidang keagamaan.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Mentawai, Maskan, menyampaikan bahwa kebershasilan yang diperoleh saat ini merupakan kerja berkat sama, serta ketekunan bersma.

“Keberhasilan yang kita terima saat ini adalah berkat kerja sama kita, kegigihan kita bersama, dalam memeprjuangkan kegiatan keagamaan di tingkat nasional, ini merupakan kegiatan luar biasa keterlibatan Pemerintah yang memberikan pengayoman, pembinaan, membimbing, membimbing masyarakat, dan umat beragama,” katanya.

Dia juga berharap dari semua sektor pembinaan keagaman harus dimunculkan, meski Mentawai berada jauh seberang lautan, namun semangat keagamaan, Mentawai tidak kalah dengan daerah lain seperti provinsi Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional. “hasil seperi ini artinya, putera-puteri yang kita latih tidak ketinggalan untuk bersaing dan berlomba ditingkat nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan merupakan salah satu nilai positif antar uamat bergama, terutama di Kepulauan Mentawai, seperti berbuka bersama, bersilaturahmi, serta kegiatan keagamaan lainnya. “artinya, Mentawai sudah melangkah jauh lebih maju, duduk sama rendah, tegak sama tinggi dengan Kabupaten lainnya, di Indonesia,” ujarnya.

Berikutnya Mentawai juga akan mengikuti Pesparawi 2021 bersama Kontingen Sumbar tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Jokjakarta sesuai rekomendasi dan keputusan Musyawara nasional (Munas). 

BACA JUGA